Pembalap Gokar Muda Indonesia Unjuk Diri di Italia

Pembalap muda asal Solo, Diptya Oktadewa Ichwan, mulai diperhitungkan sebagai kuda hitam dalam kejuaraan gokar International Rok Final yang akan berlangsung di Sirkuit South Garda, Lonato, Italia, Jumat-Sabtu (12-13/10) mendatang.
Chrisna Chaniscara
Chrisna Chaniscara - Bisnis.com 10 Oktober 2018  |  09:16 WIB
Pembalap Gokar Muda Indonesia Unjuk Diri di Italia
Pembalap muda Solo, Diptya Oktadewa Ichwan (ketiga dari kanan), menyiapkan gokarnya dalam race pemanasan jelang International Rok Final di Sirkuit South G. - Istimewa/ Dicky Septiawan

Bisnis.com, LONATO — Pembalap muda asal Solo, Diptya Oktadewa Ichwan, mulai diperhitungkan sebagai kuda hitam dalam kejuaraan gokar International Rok Final yang akan berlangsung di Sirkuit South Garda, Lonato, Italia, Jumat-Sabtu (12-13/10) mendatang. Hal itu tak lepas dari penampilan mengejutkan Diptya dalam race pemanasan di South Garda, Minggu (7/10) waktu setempat.

Dalam sesi warm up di kelas Shifter, remaja 15 tahun ini berhasil merangsek ke posisi tiga besar dari 24 pembalap dari seluruh dunia. Catatan waktunya saat itu hanya kalah dari Michael Bresaola (Italia) dan Roee Meyuhas (Israel).

Kondisi trek yang basah setelah diguyur hujan menjadi keuntungan tersendiri bagi Dio, sapaan akrabnya, yang dikenal lihai dalam melahap lintasan berair. Namun di sesi final Dio harus puas finis di posisi ke-16 setelah mengalami crash jelang akhir balapan. Padahal saat itu dirinya hampir merengkuh 10 besar.

“Dio sempat berada di posisi 11 dan membayangi pembalap di depannya. Sayang gokar Rio disundul hingga melintir dan disalip lima pembalap lain,” ujar mentor Dio, Dicky Septiawan, saat dihubungi JIBI, Selasa (9/10/2018).

Dicky menilai hasil di race pemanasan menjadi bekal yang cukup baik jelang balapan sesungguhnya akhir pekan nanti. Menurut Dicky, Dio sudah menunjukkan perkembangan signifikan dalam hal handling dan mental bertanding. Bahkan pembalap Respon Motorsport itu kini mulai menjadi ancaman tersendiri bagi para pembalap unggulan asal Eropa.

“Sangat jarang pembalap dari Asia yang bisa bersaing di kelas Shifter.”

Dicky meyakini persaingan pada Jumat-Sabtu nanti akan semakin berat karena ada 80 pembalap terbaik dunia yang akan beradu di sirkuit. Untuk bisa masuk fase final di kejuaraan tersebut, Dio setidaknya harus konsisten berada di 15 besar dalam tahapan balapan sebelumnya.

“Kami tidak mematok target Dio harus finis di posisi berapa karena ini pengalaman pertamanya. Jika dia mampu menembus final, kami anggap itu sebagai bonus,” ujar Dicky.



Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
balap mobil

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top