Ni Nengah Widiasih, Srikandi Indonesia yang tak Menyerah dengan Keterbatasan Fisik

Ni Nengah Widiasih bisa dikatakan adalah Srikandi Indonesia yang tak menyerah pada keterbatasan yang dimilikinya.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 07 Oktober 2018 17:53 WIB
Ni Nengah Widiasih, atlet Para Angkat Beban perih medali perak di kelas 41 kg Asian Para Games 2018

Bisnis.com, JAKARTA - Ni Nengah Widiasih bisa dikatakan adalah Srikandi Indonesia yang tak menyerah pada keterbatasan yang dimilikinya.

Perempuan asal Karangasem Bali ini merupakan atlet Para Inspirasi dari cabang olahraga powerlifting di nomor 41kg.

Ni Nengah lahir dalam kondisi sehat, namun sakit panas yang menderanya saat masih berusia tiga tahun membuat kondisi tubuhnya berubah. Kakinya tiba-tiba menjadi lumpuh dan membuat menjadi tidak bisa berjalan.

Perempuan yang lahir pada 12 Desember 1989 ini mengaku sempat bertanya-tanya mengapa dia berbeda. Namun, beruntung dia memiliki keluarga yang selalu mendukungnya secara positif.

Ayahnya selalu mengatakan bahwa dirinya bukan berbeda namun istimewa yang membuatnya akhirnya berbesar hati dan membuka diri untuk menerima kondisi tubuhnya.

Keterbatasan fisiknya tak menghalanginya untuk berprestasi. Didukung sang Kakak yang merupakan atlet angkat berat dia mengenal olahraga angkat berat.

Sejak masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD) dia dengan niat main-main mulai sering ikut-ikutan sang kakak latihan angkat beban.

Dia sempat meragukan dirinya sendiri, namun semua berubah ketika dia bertemu sang pelatih, Ketut Mija. Di bawah asuhan Ketut Mija, Nengah berhasil disulap menjadi lifter para powerlifting tingkat dunia.

Kejuaraan pertama Nengah di Bali dengan raihan medali emas membuatnya dipanggil untuk bergabung di Pelatnas angkat beban disabilitas di Solo pada 2007.

Tak terhitung berapa medali yang sudah Nengah berikan untuk Indonesia dari ajang kejuaraan olahraga disabilitas kelas Internasional.

Beberapa di antaranya adalah Perak yang berhasil dia berikan untuk kontingen Indonesia pada Asian Para Games 2018 di Incheon, Korea Selatan.

Dia juga berhasil mengklaim medali perunggu dari Kejuaraan Dunia Angkat Beban di Dubai 2014, dan Paralimpiade Rio de Janeiro, Brazil 2016.

Bahkan baru-baru ini perempuan yang akan berusia 29 tahun pada bulan Desember mendatang ini berhasil mengibarkan bendera merah putih dengan membawa pulang medali perak pada ajang World Para Powerlifting Asia-Oceania Championship 2018 di Jepang.

Hari ini (7/10/2018) Nengah kembali mengharumkan nama bangsa dengan meraih medali perak pada ajang Asian Para Games 2018, di Balai Sudirman, Jakarta Selatan.

Tag : Asian Para Games
Editor : Sutarno
Top