Asian Para Games 2018: Yuk Kenalan dengan 18 Cabang Olahraga dan Venue Pertandingannya (PART III)

Setelah sebelumnya kita sudah membahas 12 cabor mulai Anggar Kursi Roda - Para Angkat Besi, Bisnis akan membahas bagian tiga enam cabor lainnya yang akan berlaga di Asian Para Games ke 3;
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 06 Oktober 2018 19:47 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pekan olahraga disabilitas terbesar se Asia, Asian Para Games 2018 akan resmi dibuka malam ini.

Ada 18 cabang olahraga yang dipertandingan bagi Para Inspirasi yang hadir dari 42 negara asia.

Setelah sebelumnya kita sudah membahas 12 cabor mulai Anggar Kursi Roda - Para Angkat Besi, Bisnis akan membahas bagian tiga enam cabor lainnya yang akan berlaga di Asian Para Games ke 3;

1. Para Renang

Para renang adalah salah satu dari delapan olahraga yang dilombakan pada Paralimpiade pertama tahun 1960 di Roma, Italia dan saat ini menjadi salah satu olahraga disabilitas yang paling popular.

Pada para renang, atlet yang diperbolehkan mengikuti pertandingan adalah atlet dengan gangguan fisik, visual atau intelektual.

Di Asian Para Games 2018, para atlet akan adu cepat dalam kategori gaya bebas, gaya punggung, kupu-kupu, gaya dada dan medley.

Anda dapat melihat pertandingan para renang di Gelora Bung Karno - Aquatic Center pada Minggu, 7 Oktober hingga Jumat, 12 Oktober dengan membeli tiket secara langsung di Kompleks GBK, karena menurut pantauan Bisnis pada pukul 19.10 WIB tiket para renang yang dijual di Loket.com sudah habis terjual.

2. Para Menembak

Para menembak diperuntukkan bagi para atlet dengan keterbatasan fisik dan mereka akan bertanding menggunakan senapan ataupun pistol.

Ada tiga kelas yang dipertandingkan, yaitu SH1 (pistol), SH1 (senapan), SH2 (senapan) dalam kategori pria, wanita, dan campuran. Menembak dilakukan dalam tiga jarak: 10m, 25m dan 50m.

3. Tenis Kursi Roda

Tenis Kursi Roda diperkenalkan di paralimpiade pada pertandingan demonstrasi di Seoul 1988 Summer Paralimpyc. Cara bermain Tenis kursi roda ini berbeda dengan permainan tenis pada biasanya, dimana atlet menggunakan kursi roda yang dirancang khusus dan bola dapat memantul hingga dua kali di mana bouncing kedua juga dapat terjadi di luar garis.

Klasifikasi atlet berdasarkan mobilitas di kelompokan menjadi dua yaitu para dan quad. Para diperuntukkan untuk atlet yang hanya mengalami cacat kaki karena kelumpuhan atau amputasi, sedangkan istilah quad digunakan untuk para atlet yang mengalami cacat ganda yakni, selain cacat kaki, juga terdapat handicap pada tangan sekaligus, sehingga raket perlu diikatkan pada tangan dikarenakan atlet tersebut tidak kuat mencengkeram atau tidak memiliki jari.

Ada tiga kategori atlet yang bersaing: pria, wanita dan quad; setiap divisi memiliki turnamen tunggal dan ganda. Quad, divisi terbaru, adalah untuk pemain yang memiliki kehilangan fungsi dalam setidaknya satu ekstremitas atas, tetapi mungkin termasuk berbagai cacat selain quadriplegia.

Pembagian ini terkadang disebut Mixed, terutama di pertandingan paralimpiade. Pemain quad sering merekatkan raket ke tangan mereka, untuk mengimbangi hilangnya fungsi, dan beberapa pemain diperbolehkan menggunakan kursi roda bertenaga listrik.

Anda dapat melihat pertandingan para renang di Klub Kelapa Gading pada Minggu, 7 Oktober hingga Jumat, 12 Oktober secara gratis dengan sistem 'first come, first serve'.

4. Para Tenis Meja

Tenis meja dimasukkan dalam Paralimpiade pertama kalinya di Roma pada 1960. Perlu Anda ketahui, para tenis meja adalah olahraga paralimpiade terbesar ketiga dalam hal jumlah atlet dan dipraktekkan di lebih dari 100 negara.

Olahraga ini diatur oleh Federasi Tenis Meja Internasional melalui Komite Meja Tenis Para Internasional (IPTTF).

Atlet dari semua kelompok gangguan fisik, selain dari tunanetra, diperbolehkan berkompetisi dalam kelas berdiri atau duduk. Atlet dengan gangguan mental juga bisa bersaing.

Pria dan wanita dapat berpartisipasi dan dikategorikan menjadi acara individu, ganda atau regu, dan pertandingan terdiri dari lima set masing-masing 11 poin, dan dimainkan dalam format best-of-five (5 kali permainan dengan 3 kali kemenangan).

Anda dapat melihat pertandingan para renang di Ecovention Ancol pada Sabtu, 6 Oktober hingga Sabtu, 13 Oktober secara gratis dengan sistem 'first come, first serve'.

5. Tenpin Bowling

Tenpin Bowling adalah jenis olahraga atau permainan yang dimainkan dengan menggelindingkan bola khusus menggunakan satu tangan.

Bola bowling akan digelindingkan ke pin yang berjumlah sepuluh buah yang telah disusun menjadi bentuk segitiga jika dilihat dari atas.

Tenpin Bowling adalah permainan yang dapat dimainkan oleh individu tetapi biasanya oleh tim.

Tenpin Bowling berkompetisi dalam 6 kategori, yaitu: single, ganda, trio, 1 regu 5 pemain. Keempat kategori tersebut berlaku untuk pria dan wanita.

Para atlet nanti akan berusaha untuk mencetak poin dengan menggulirkan bola bowling di permukaan datar untuk memukul pin yang dikenal sebagai sepuluh pin bowling.

Anda dapat melihat pertandingan para renang di Jaya Ancol Bowling Centre pada Senin, 8 Oktober hingga Kamis, 11 Oktober secara gratis dengan sistem 'first come, first serve'.

6. Voli Duduk

Voli duduk pertama kali diperkenalkan di Paralimpiade sebagai olahraga demonstrasi untuk atlet dengan amputasi pada 1976 di Toronto, Ontario, Kanada dan pertandingan sebagai salah satu cabang olahraga di Paralimpiade selanjutnya.

Voli duduk merupakan olahraga regu yang menampilkan gerakan konstan, komunikasi, dan kerjasama regu. Dua regu dari enam pemain dipisahkan oleh jaring dan mencoba untuk mencetak poin dengan menggiling bola ke bidang pemain lawan.

Syarat dan ketentuan dalam voli duduk adalah tersedianya jaring sepanjang 7 meter, lebar 0,8 meter ditetapkan pada ketinggian 1,15 meter untuk pria dan tinggi 1,05 meter untuk wanita.

Atlet dengan kecacatan berikut memenuhi syarat untuk bersaing dalam voli duduk: atlet dengan amputasi, cedera medulla spinalis, cerebral palsy, cedera otak, dan stroke.

Anda dapat melihat pertandingan para renang di GBK - Tennis Indoor pada Minggu, 7 Oktober hingga Kamis, 11 Oktober dengan membeli tiket secara online di Loket.com atau datang langsung membeli tiket secara offline di tiket box yang tersedia di venue pertandingan.

 

Tag :
Editor : Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top