Chinese Taipei Open: Upaya Ihsan Maulana Menempel Jojo & Ginting

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Ihsan Maulana Mustofa, harus mampu meraih hasil maksimal di Chinese Taipei Open 2018 guna menipiskan gap peringkat dengan Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.
Samdysara Saragih | 02 Oktober 2018 22:36 WIB
Pebulu tangkis Indonesia Ihsan Maulana Mustofa. - Antara/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Ihsan Maulana Mustofa, harus mampu meraih hasil maksimal di Chinese Taipei Open 2018 guna menipiskan gap rangking dengan Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.

Beberapa tahun ini, Ihsan berada di bawah bayang-bayang Ginting dan Jonatan. Padahal, dia unggul senioritas dan sempat memiliki rangking lebih tinggi dari dua pemain tunggal putra terbaik Indonesia itu.

Ihsan, Ginting, dan Jonatan digadang-gadang menjadi pemain andalan masa depan Indonesia baik di nomor individu maupun tim. Ekspektasi itu semakin mendekati kenyataan dalam tempo kurang dari dua bulan ini.

Diawali dari keberhasilan Jonatan alias Jojo merebut medali emas Asian Games 2018, disusul gelar juara China Open 2018 dalam genggaman Ginting. Ketika Ginting merebut juara di China pada 23 September, Ihsan juga naik podium tertinggi Bangka Belitung Indonesia Master 2018.

Ketiga pemain itu kemudian sama-sama berlaga di Korea Open. Di antara trio tersebut, Ihsan menuai hasil paling buruk karena tidak mampu melewati babak 32 besar.

Kesempatan memperbaiki performa terbuka lebar di Chinese Taipei Open 2018 yang berlangsung sepanjang pekan ini. Tanpa Jojo dan Ginting, Ihsan pun menjadi pemain tunggal putra Indonesia berperingkat tertinggi di turnamen itu.

Ihsan, Firman Abdul Kholik, dan Chico Aura Dwi Wardoyo menjadi tumpuan skuad Merah Putih merebut gelar Chinese Taipei Open 2018. Namun, sebagai unggulan keenam, jalan Ihsan lebih mudah ketimbang dua pemain muda itu.

Di babak 32 besar yang dimulai Rabu (3/10/2018) besok, Ihsan akan menghadapi pemain nonunggulan asal Hongkong, Chan Yin Chak. Andai lolos dari babak awal, lawan yang menunggu Ihsan di perdelapanfinal pun bukan pemain unggulan.

Jika sesuai skenario, hadangan berat bagi pemain asal Tasikmalaya itu adalah juara Korea Open 2018, Chou Tien Chen, yang menunggunya di perempatfinal. Motivasi Chou dipastikan berlipat karena dia tampil di rumah sendiri. Lagipula, peraih medali perak Asian Games 2018 tersebut memang unggulan pertama Chinese Taipei Open 2018.

Tidak mustahil bagi Ihsan mengalahkan Chou bila keduanya bertemu. Meskipun minggu lalu kalah dari Chou di Korea, dia dapat mempelajari kembali cara Jojo dan Ginting mengalahkan pemain nomor empat dunia tersebut.

Chinese Taipei Open 2018 merupakan turnamen BWF World Tour Super 300. Juara turnaman tersebut diganjar 7.000 poin, lebih tinggi 1.500 poin dari yang didapat Ihsan kala menjadi kampiun Bangka Belitung Indonesia Master 2018.

Jika mampu mendapat poin maksimal, Ihsan berpeluang menembus 30 besar dunia. Saat ini, dia berada di rangking 35 dunia, berjarak 20 peringkat dari Jojo dan 26 setrip dari Ginting.

Tag : bulutangkis
Editor : M. Syahran W. Lubis
Top