DKI Jakarta Mulai Menyeleksi Atlet Barongsai

FOBI DKI Jakarta mulai menyeleksi atlet yang disiapkan untuk memperkuat tim ibu kota pada PON 2020 Papua, yang salah satunya melalui kejuaraan daerah.
Newswire | 30 September 2018 12:54 WIB
Sejumlah remaja berlatih memainkan barongsai. - Antara/Asep Fathulrahman

Bisnis.com, JAKARTA – Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) DKI Jakarta mulai menyeleksi atlet yang disiapkan untuk memperkuat tim ibu kota pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua, yang salah satunya melalui kejuaraan daerah (kejurda).

Bertempat di Pluit Village, Jakarta, Sabtu (29/9/2018), proses seleksi dimulai dengan sasaran utamanya mencari atlet untuk kategori Barongsai Tradisional. Kejurda diikuti 200 atlet yang tergabung dalam 18 tim yang di antaranya adalah tim Kong Ha Hong dan Ekayana.

"Kejuaraan ini sebagai ajang seleksi untuk mencari atlet DKI yang terbaik dan layak untuk tampil di PON dan kita akan berusaha agar cabang barongsai bisa dipertandingkan secara resmi di PON 2020," kata Ketua Umum FOBI DKI Jakarta Charles Honoris.

Setelah diakui Komite Olaharaga Nasional Indonesia (KONI) Pusat pada 2013, barongsai langsung dipertandingkan pada PON 2016 Jawa Barat. Hanya saja statusnya belum resmi atau sebatas eksebisi.

Untuk itu FOBI DKI akan terus berjuang agar barongsai kembali dipertandingkan pada kejuaraan 4 tahunan itu. Hal itu dilakukan agar bisa dipertandingkan secara resmi seperti cabang olahraga yang lain.

"Kita ingin mendorong atlet dari DKI untuk terus beprestasi lebih tinggi, bahkan sudah ada trek record beberapa tim di DKI Jakarta yang mengharumkan nama bangsa di kancah internasional dan empat kali juara dunia. Kami ingin meningkatkan prestasi itu," tambah Charles.

Kejurda barongsai DKI ini juga digunakan persiapan menghadapi kejuaraan nasional (kejurnas) di Sumatra Barat pada 9-11 November.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Utut Adianto usai membuka kejuaraan mengatakan kejuaraan ini harus terus digelar karena dia menilai sudah menjadi olahraga rakyat.

"Barongsai ini benar-benar olahraganya rakyat. Terlebih, barongsai juga mengandung seni dan budaya. Kalau olahraga ini tidak dipertandingkan, lama-lama bisa tidak ada. Kami harapkan barongsai bisa kembali dipertandingkan di PON Papua," kata Utut.

Sumber : Antara

Tag : barongsai, PON 2020
Editor : M. Syahran W. Lubis
Top