Asian Para Games 2018: Semangat Saipul Anwar untuk Harumkan Nama Bangsa

Kecelakaan berulang kali saat sedang latihan tak membuat nyali paralimpiade Saipul Anwar ciut.Dengan semangat yang membara dia terus menggenjot sepeda dengan kecepatan maksimal saat latihan menyambut pertandingan Asian Para Games 2018.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 24 September 2018 07:38 WIB
Saipul Anwar, Atlet Paralimpian Balap Sepeda - Inasgoc.

Bisnis.com, JAKARTA - Kecelakaan berulang kali saat sedang latihan tak membuat nyali paralimpiade Saipul Anwar ciut.

Dengan semangat yang membara dia terus menggenjot sepeda dengan kecepatan maksimal saat latihan menyambut pertandingan Asian Para Games 2018.

"Ya, sisa tulang lengan kanan saya memang sempat patah dan kepala sobek kena delapan jahitan akibat rem tidak berfungsi sehingga terjadi kecelakaan dalam latihan. Itu tak akan bisa menghalangi niat saya karena saya paham benar resiko sebagai pebalap sepeda," kata Saipul Anwar seperti yang Bisnis kutip dari keterangan resmi panitia penyelenggara Asian Para Games 2018 (Inapgoc), Senin (24/9/2018).

Putra pertama dari empat bersaudara pasangan almarhum Anang Nurdin dan Nurhayati ini memiliki motivasi yang tinggi untuk menggapai prestasi pada Asian Para Games ke 3 yang akan digelar di Jakarta tanggal 6-13 Oktober mendatang.

Tanpa mengenal lelah dia melahap seluruh program latihan yang diberikan sang pelatih yang juga merupakan atlet balap sepeda Indonesia, Puspita Mustika Adya.

"Saya harus kerja keras menjalankan seluruh program latihan untuk meningkatkan catatan waktu agar bisa bersaing di ajang Asian Para Games 2018. Apalagi, lawan yang dihadapi cukup berat terutama pebalap China dan Jepang," kata Saipul.

Pada perhelatan pekan olahraga disabilitas terbesar kedua di dunia setelah Paralimpyc nanti Saipul Anwar yang berada di kategori C-3 akan turun di track nomor 3.000 M dan road race nomor Individual Time Trial (ITT).

"Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa meraih medali," ujar Saipul.

Awalnya, pria kelahiran Yogyakarta 29 April 1979 ini bertubuh normal. Namun, dia terpaksa harus merelakan kedua lengannya diamputasi akibat tersengat listrik saat bekerja di salah satu pabrik di Martapura, Kalimantan Selatan pada 2005.

"Saya ingat sekali waktu saya bekerja di pabrik saat memasang kabel tersengat listrik. Akibat kejadian tahun 2005 itu, kedua lengan saya yang gosong harus diamputasi," tuturnya.

Usai kejadian itu Saipul masuk ke panti tunadaksa di Solo dan tanpa patah semangat dia menekuni dunia olahraga.

Prestasi Saipul pada bidang balap sepeda disabilitas adalah saat dia berhasil meraih 1 perak dan 2 perunggu dari cabang olahraga atletik pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Riau 2012.

Sang pelatih, Puspita Mustika Adya mengatakan bahwa motivasi Saipul Anwar sangat tinggi untuk meraih prestasi agar dapat mengharumkan nama bangsa.

"Setiap hari dia menjalani latihan pagi dan sore masing-masing selama 2 sampai 3 jam di track maupun jalan raya," tutur Puspita Mustika Adya.

Mantan atlet balap sepeda ini juga mengatakan perkembangan prestasi Saipul cukup menggembirakan.

"Pada saat try out di Italia bulan lalu, Saipul yang bersaing dengan pebalap Eropa mampu menempati peringkat ke-23," kata Puspita.

Tag : asian games 2018, Asian Para Games
Editor : Mia Chitra Dinisari
Top