Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lembaga Anti-Doping Dunia Diminta Tak Bersikap Seperti Calo

WADA diminta tidak berperan seperti calo demi kepentingan negara besar ketika mereka harus memutuskan apakah akan mengembalikan status Lembaga Anti Doping Rusia (Rusada).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 September 2018  |  22:16 WIB
Kantor pusat Lembaga Anti-Doping Dunia (WADA) di Montreal, Kanada. - Reuters/Christinne Muschi
Kantor pusat Lembaga Anti-Doping Dunia (WADA) di Montreal, Kanada. - Reuters/Christinne Muschi

Bisnis.com, LAUSANNE, Swiss – Lembaga Anti-Doping Dunia (WADA) diminta tidak berperan seperti calo demi kepentingan negara besar ketika mereka harus memutuskan apakah akan mengembalikan status Lembaga Anti Doping Rusia (Rusada), demikian ditegaskan (Institut Organisasi Anti Doping Nasional (iNADO), payung yang membawahi kumpulan badan anti doping negara anggota.

Menurut iNADO, mereka sedang menunggu pengembalian status RUSADA, tapi tidak bisa membiarkan saja akan sikap diam WADA selama berbulan-bulan setelah adanya pernyataan dari komite untuk meninjau kembali pengembalian status tersebut.

"Semua orang yang rasional pasti akan menyimpulkan bahwa Rusia belum memenuhi kewajibannya kepada komunitas olahraga global," kata iNADO dalam pernyataannya pada Selasa (18/9/2018) WIB.

"WADA harus membuat keputusan berdasarkan prinsip yang konsisten dan tidak sekedar menjadi calo bagi kepentingan negara besar."

Rusada dikenai sanksi skorsing pada November 2015 menyusul adanya laporan WADA bahwa terjadi penggunaan doping secara sistemik terhadap atlet Rusia dan mendapat dukungan dari pemerintah.

Sejak itu telah dilakukan reformasi besar-besaran demi untuk membenahi sistem anti-doping Rusia dan mengembalikan kepercayaan internasional terhadap olahraga negara itu.

Untuk mendapatkan kembali akreditasi, lembaga doping Rusia itu harus mengumumkan penemuan WADA bahwa lebih 1.000 atlet Rusia mendapat keuntungan dari sistem pemerintah agar menyembunyikan pemeriksaan hasil positif doping selama lebih dari lima tahun.

Pemerintah Rusia secara tegas sudah membantah kecurigaan tersebut. Otoritas lembaga doping Rusia juga harus memberikan akses terhadap sampel urine yang disimpan di laboratorium anti doping Moskwa.

WADA pekan lalu mengatakan bahwa komite mereka sudah meninjau kembali surat dari kementerian olahraga Rusia yang menyatakan sudah mengidentifikasi masalah tersebut secara benar, sehingga telah memenuhi satu dari dua kriteria yang tersisa agar keberadaan lembaga itu bisa dikembalikan.

Komite Eksekutif WADA akan bersidang pada 20 September untuk meninjau kembali upaya Rusada agar kembali dikukuhkan.

Menurut iNADO, pertemuan mendatang barangkali akan menjadi keputusan paling penting yang pernah dihadapi WADA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

doping

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top