Ini Cara Jojo & Ginting Susul Tommy Sugiarto Masuk 8 Besar Dunia

Secara mengejutkan, Tommy Sugiarto untuk sementara bertengger sebagai pebulu tangkis tunggal putra nomor satu dunia menuju BWF World Tour Finals 2018.
Samdysara Saragih | 10 September 2018 18:43 WIB
Jonatan Christie - Antara/Inasgoc

Bisnis.com, JAKARTA – Secara mengejutkan, Tommy Sugiarto untuk sementara bertengger sebagai pebulu tangkis tunggal putra nomor satu dunia menuju BWF World Tour Finals 2018.

Artinya, Tommy menjadi pemain pengumpul poin terbanyak dalam serangkaian BWF World Tour Events tahun ini. BWF World Events merupakan 26 kejuaraan bulutangkis tunggal dan ganda yang berpuncak pada BWF World Tour Finals 2018 di Guangzhou, China, 12-16 Desember 2018.

Buat berlaga di Guangzhou, pemain bisa mengumpulkan poin dari BWF World Tour Events Super 1000, Super 750, Super 500, dan Super 300. Satu lagi adalah BWF Tour Super 100. Poin akumulasi dari seluruh turnamen tersebut harus mampu menempatkan seorang pemain masuk delapan besar.

Keberhasilan seorang pemain mengumpulkan poin ditentukan oleh seberapa banyak mengikuti turnamen plus prestasinya di setiap ajang. Pada kasus Tommy Sugiarto, dia mengumpulkan 51.020 poin melalui 10 turnamen.

Gelar juara diraih Tommy di Thailand Open dan runner up di Thailand Masters. Pada delapan turneman lain, dia melangkah ke semifinal, perempat final, dan perdelapan final, bahkan ada yang terhenti di 32 besar.

Bandingkan dengan pemain nomor dua dunia saat ini, Shi Yuqi, yang hanya mengikuti lima turnamen, tetapi bisa dua kali juara. Pemain asal China tersebut mengumpulkan 40.550 poin dan berhak di posisi keempat.

Juara Dunia 2018, Kento Momota, bahkan hanya mengikuti empat turnamen BWF World Events. Dia mengumpulkan 29.050 poin sehingga harus puas di rangking 13. Poin terbanyak dikumpulkan saat menjuarai Indonesia Open 2018 yang memberikan 12.000 poin sebagai turnamen Super 1.000.

Hanya delapan pemain top yang dapat mengikuti BWF Word Tour Finals 2018. Dengan keberhasilan sementara Tommy menempati peringkat teratas, semakin besar peluangnya berlaga di Guangzhou. Syaratnya, dia konsisten mengikuti turnamen BWF Word Event tersisa dengan diiringi pula oleh prestasi.

JOJO DAN GINTING

Namun, pecinta bulu tangkis Indonesia tentu menginginkan Tommy tidak sendirian. Dua pemain tunggal putra yang tengah naik daun, Jonatan ‘Jojo’ Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, diharapkan bisa menemani Tommy.

Jojo baru mengumpulkan 29.180 poin, sedangkan Ginting 28.550 poin. Kedua pemain Pelatnas Cipayung ini berturut-turut duduk di peringkat 12 dan 16. Mereka harus menerobos empat dan delapan setrip lagi agar masuk delapan besar.

Mampukah dua pemain muda itu melakukannya? Jika menilik agenda turnamen, peluang itu masih terbuka lebar. Pasalnya, terdapat 11 turnamen BWF World Events tersisa sebelum ke Guangzhou.

Turnamen-turnamen tersebut adalah Japan Open (Super 750), China Open (Super 1000), Korea Open (Super 500), Chinese Taipei Open (Super 300), Denmark Open (Super 750), French Open (Super 750), Macau Open (Super 300). Berikutnya, China Masters (Super 750), Hongkong Open (Super 500), Syed Modi International Badminton Championship (Super 300), dan Korea Masters (Super 300).

Turnamen BWF Tour Super 100 juga masuk dalam sistem rangking BWF Word Tour Finals 2018 meskipun kejuaraan ini biasanya diikuti oleh pemain-pemain junior. Salah satunya adalah Bangka Belitung Indonesia Master 2018, 18-23 September.

Berdasarkan Statuta Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), turnamen Super 1000 seperti China Open menyediakan 12.000 poin untuk jawara, 10.200 poin untuk runnep up, dan 8.400 poin buat peringkat tiga dan empat.

Adapun, turnamen Super 750 Japan Open, Denmark Open, French Open, dan China Master menyediakan 11.000 poin untuk sang kampiun, 9.350 poin untuk runner up, dan 7.700 poin buat peringkat tiga dan empat.

Jika Jojo atau Ginting bisa mencapai minimal babak semifinal di lima turnamen itu maka mereka mengumpulkan 39.200 poin sehingga total akumulasi poin mendekati 70.000 poin. Belum lagi, peluang juara bisa lebih besar di turnamen Super 500 dan Super 300. Di dua kategori ini, sang pemenang diganjar 9.200 poin dan 7.000 poin.

Sebagai pembanding, ketika masih bernama BWF World Superseries Finals 2017 di Dubai, rangking satu diduduki pemain asal Korea Selatan Son Wan Ho. Berdasarkan statistik di tournamentsoftware.com, tahun lalu dia mengumpulkan 62.980 poin, sedangkan pemain rangking delapan Viktor Axelsen 49.050 poin.

Meski demikian, tahun lalu BWF hanya memasukkan 12 turnamen superseries untuk  penentuan poin menuju Dubai. Adapun, pada 2018 seiring dengan perubahan nomenklatur, poin dihitung dari 26 turnamen BWF World Tour Events plus BWF Tour Super 100.

Bagi pemain, BWF World Tour Finals barangkali masih kalah mentereng dibandingkan dengan Olimpiade, BWF World Championship, atau bahkan Asian Games dan All England. Meski demikian, turnamen puncak tersebut menyediakan total hadiah US$1,5 juta, tertinggi dari turnamen manapun di dunia.

Ketika menjuarai BWF World Superseries Finals 2017, Victor Axelsen membawa pulang US$80.000 atau setara Rp1,2 miliar (US$1=Rp15.000). Tahun ini hadiah pemenang tunggal putra BWF World Tour Final disiapkan US$120.000 atau Rp1,8 miliar lantaran total hadiah naik US$500.000. Jumlah itu lebih besar dari bonus Rp1,5 miliar yang didapatkan Jojo ketika meraih emas Asian Games 2018.

Di samping hadiah uang, BWF World Tour Finals bisa dijadikan pelecut untuk mengumpulkan poin BWF World Rangking. Praktis, hingga akhir tahun ini tidak ada lagi turnaman besar seperti Piala Thomas, BWF World Championship, dan Asian Games.

Bila berhasil mendapatkan poin lebih banyak, posisi Jojo dan Ginting yang masing-masing saat ini di posisi 12 dan 10 BWF World Rangking bisa ikut terkerek. Apalagi, peringkat dunia itu menjadi poin kualifikasi kejuaraan dunia, BWF World Championship 2019.

Dengan rangking lebih tinggi, mereka akan masuk dalam daftar unggulan setiap turnamen sehingga tidak perlu meladeni pemain-pemain top di babak awal.

Jojo dan Ginting diharapkan terus menghidupkan gelora dunia bulu tangkis Indonesia setelah Asian Games 2018. Sebagai skuad Pelatnas, kedua pemain muda ini tidak boleh kalah dari Tommy Sugiarto yang telah hengkang dari Cipayung.

Tag : bulutangkis, jonathan cristie
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top