Ini Pesan Wiranto Jika Ingin Menjadi Juara Dunia

Menjadi juara dunia bukanlah pekerjaan yang mudah. Diperlukan kerja keras, kerja sama, dan kerja ikhlas dari berbagai pihak.
Dewi Andriani | 09 September 2018 00:58 WIB
Ketua Umum PBSI Wiranto (ketiga kanan) mendapatkan penghargaan dari pendiri PB Jaya Raya Ciputra (kedua kiri). - Bisnis.com/Dewi Andriani

Bisnis.com, JAKARTA – Menjadi juara dunia bukanlah pekerjaan yang mudah. Diperlukan kerja keras, kerja sama, dan kerja ikhlas dari berbagai pihak.

Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Wiranto mengatakan bakat dan kemampuan saja tidak cukup untuk menjadi juara dunia, diperlukan kemauan dan kesempatan untuk dilatih dan berlatih.

Selain itu, perlu ada kesempatan untuk bertanding sebagai cara untuk melatih mental, kemampuan, dan pengalaman sehingga menjadikannya sebagai juara dunia.

Dia juga berpesan agar para atlet yang berhasil meraih prestasi tertinggi sebagai juara dunia untuk tetap rendah hati.

"Juara dunia itu dihargai kalau rendah hati dibandingkan sombong dan congkak. Bahwa yang sudah dicapai itu hasil kerja sama dari berbagai pihak dan juga izin dari Tuhan,” tuturnya.

Menurutnya, kerja sama antara klub dan PBSI juga sangat penting dalam melakukan proses regenerasi dan mencetak atlet kelas dunia. Dari klub akan lahir bakat dan kemampuan para atlet dari berbagai daerah.

Kemampuan tersebut kemudian dipoles dan dilatih lebih keras lagi di PBSI. Bukan hanya kemampuannya secara teknis, melainkan juga mentalnya ketika bertanding dan menghadapi musuh serta penonton.

“Akan muncul kebanggaan tersendiri ketika anak didik yang kita latih menjadi juara dunia,” ungkapnya.

Meski sudah menempati peringkat pertama untuk nomor ganda putra bulu tangkis, Wiranto mengingatkan Marcus Fernaldi Gideon tidak boleh sombong dan lengah. Bersama rekannya, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus harus terus berjuang dan berlatih untuk memberi yang terbaik bagi Indonesia.

Menurut Marcus, ketenangan dan rasa percaya diri di dalam bermain menjadi kunci penting keberhasilan selain kerja keras dan pantang menyerah. Tak heran, meski sempat tertinggal poin pada lawannya di final Asian Games lalu, Marcus dan rekannya Kevin bisa mengejar ketertinggalan hingga keluar sebagai pemenang.

“Kita enggak menyerah dan enggak terlalu mikirin poin yang ketinggalan jauh. Enggak usah bandingin diri sama orang lain, tapi lakukan yang terbaik sesuai dengan kemampuan diri sendiri, itu yang terpenting," paparnya.

Tag : bulutangkis
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top