Balik Masuk ke Kampus, Defia Rosmaniar Disambut Penuh Sukacita

Peraih emas partama Asian Games 2018 Indonesia, Defia Rosmaniar kembali masuk kampus disambut penuh sukacita dan apresiasi dari civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Kesatuan, Kota Bogor, Selasa (4/9/2018).
Newswire | 04 September 2018 16:51 WIB
Atlet Taekwondo Indonesia, Defia rosmaniar - Instagram

Bisnis.com, JAKARTA - Peraih emas partama Asian Games 2018 Indonesia, Defia Rosmaniar kembali masuk kampus disambut penuh sukacita dan apresiasi dari civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Kesatuan, Kota Bogor, Selasa (4/9/2018).

Penyambutan Defia dan dua rekannya sesama tim Taekwondo Kota Bogor, didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Eko Prabowo, dengan pengalungan bunga. Defia tercatat sebagai mahasiswa mahasiswa D3 Manajemen Pemasaran dan sudah menyelesaikan studi, akan diwisuda bulan November mendatang. Ketua STIE Kesatuan Kota Bogor, Dr Iriyadi mengatakan, sebuah kebanggaan anak didiknya berhasil membawa harum nama Kota Bogor dan menampilkan prestasi yang gemilang di Asian Games.

"Tentunya keberhasilan Defia menjadi penyembangat bagi kampus STIE Kesatuan, dan memotivasi mahasiswa lainnya untuk melakukan hal yang serupa,"kata Iriyadi.

Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diukir Defia, pihak kampus menyedialan bonus beasiswa melanjutkan pendidikan ke strata pertama.

Defia mengaku sangat bersyukur dengan semua penyambutan dan apresiasi yang diterimanya. Sejumlah hadiah telah diterimanya, termasuk bonus dari Presiden, uang saku, serta apartemen dari Pemkot Bogor.

"Bonus sudah diberikan presiden sebelum penutupan. Alhamdulillah begitu banyak yang peduli dan perhatian, ini jadi penyemangat," kata dara 23 tahun ini.

Dalam kesempatan tersebut, Defia juga menceritakan pengalamannya mendapatkan medali emas, dan memilih karir menjadi atlet. Defia bergabung dengan Taekwondo Kota Bogor sejak tahun 2010, mengenal olahraga bela diri tersebut dari kakak sepupu sejak SMP, sekedar untuk mengisi waktu kosong.

"Awalanya saya ikut kakak sepupu, sempat dilarang ibu, karena saya anak perempuan, katanya kurang baik. Tapi saya tetap lanjut dan merasa passion saya di sini," katanya.

Walau ibunya menentang pilihannya, tapi Almarhum ayahnya mendukung keinginan Defia untuk menjadi atlet taekwondo. Defia masuk Pelatnas sejak 2012, sampai kini masih dalam masa pemusatan latihan untuk menghadapi Porda Jawa Barat.

Selain Asian Games, sejumlah medali juga diraihnya dalam beberapa kejuaraan, seperti meraih perunggu di Myanmar, juara dua di kejuaraan Filiphina, dan meraih medali emas di kejuaraan Pulau Jeju Korea Selatan bulan Juli lalu

Menurut Defia, dirinya tertantang untuk meraih medali pertama di Asian Games. Rasa ingin tahu membuatkan termotivasi untuk memberikan yang terbaik di Asian Games.

"Rasa ingin tau, kalau dapat medali emas itu apa rasanya. Makanya termotivasi, apalagi dapat banyak dukungan dari teman dan lingkungan sekitar," katanya.

Defia juga menceritakan pengalaman membagi waktu untuk kuliah dan latihan. Selama mengikuti Pelatnas dirinya belajar melalui internet dan selalu berkomunitas dengan dosen bimbingan.

"Kalau ada UTS biasanya diberi izin pulang dan ikut ujian," katanya. Rencananya Defia akan melanjutkan pendidikan ke jenjang strata pertama, dan menerima tawaran menjadi PNS dari Pemkot Bogor.

"Kalau bonus rencananya mau digunakan untuk berangkatkan haji mama, sisanya disimpan untuk investasi masa depan," kata Defia.

Sementara itu, Kadispora Kota Bogor, Eko Prabowo menyebutkan, Defia telah membawa kebanggan bagi warga Kota Bogor, menjadi inspirasi untuk terus memberikan prestasi.

"Yang pasti Pemkot Bogor sangat bangga dengan prestasi yang diraih Defia, ke depan, bagaimana membina atlet-atlet muda lainnya berprestasi," kata Eko.

Sumber : Antara

Tag : asian games 2018
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top