Setelah Raih Emas, Pesilat Hendy Ingin Fokus ke Pendidikan

Setelah Raih Emas, Pesilat Hendy Ingin Fokus ke Pendidikan
Newswire | 31 Agustus 2018 18:44 WIB
Pesilat Indonesia peraih medali emas Yola Primadona Jampil (kanan) dan Hendy (kiri) berpose usai penyerahan medali nomor ganda putra pencak silat seni Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (27/8/2018). - ANTARA/Tri Budi Prianto

Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu peraih medali Asian Games 2018 dari cabang olahraga pencak silat, Hendy mengaku akan menjalankan program yang selama tertunda yaitu kuliah meski hingga saat ini belum menentukan perguruan tinggi yang dituju.

"Dari prestasi saya kira sudah cukup lengkap. Tapi saya tertinggal dengan atlet yang lain soal pendidikan. Makanya setelah ini saya akan fokus kuliah," kata Hendy di Rumah Indonesia, Jakarta, Jumat (31/8/2018).

Berpasangan Yola Primadona Jampil, pria berusia 26 tahun ini tampil mampu tampil prima dengan meraij 580 poin. Untuk medali perak direbut oleh pasangan asal Vietnam dengan raihan 562 poin dan perunggu wakil Malaysia dengan 560 poin.

Hendy menyadari jika usianya sudah tidak muda lagi. Namun, secara kemampuan memang tidak ada masalah baginya. Dirinya ingin atlet yang berada dibawahnya juga bisa berkembang seperti dirinya bersama Yola yang juga sudah merasakan predikat juara dunia.

"Meraih emas di Asian Games memang beda. Saya melihat ini prestasi tertinggi saya. Makanya saya tidak ingin terpeleset dengan hasil yang saya raih saat ini," kata pria murah senyum itu.

Keinginan Hendy untuk melanjutkan jenjang pendidikan ini sebenarnya sudah cukup lama. Bahkan pria kelahiran Jakarta ini mengaku sudah pernah mendaftar di salah satu perguruhan tinggi di Jakarta. Namun apa yang diharapkan tidak bisa berjalan dengan baik.

"Tinggal masuk aja sebenarnya. Tapi belum bisa. Kalah sama latihan. Tapi setelah Asian Games ini saya harus kuliah," kata anak asuh pelatih Tulus itu.

Dengan meraih emas, Hendy bakal mendapatkan bonus dari pemerintah sebesar Rp1 miliar karena turun di nomor ganda. Jika turun tunggal bakal mendapatkan bonus Rp1,5 miliar. Selain itu juga bakal diangkat menjadi pegawai negeri sipil.

"Harapan saya memang seperti itu. Kuliah. Saya sejak dulu mengarahkan dia ke sana. Semoga bisa terealisasi secepatnya," kata pelatih Hendy, Tulus.

Semua peraih medali dari cabang olahraga pencak silat di bawa ke Rumah Indonesia dan dikenalkan kepada masyarakat. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua KOI Mudai Maddang. Sebelumnya peraih medali lainnya juga dihadirkan di Rumah Indonesia seperti atlet balap sepeda Khoiful Mukhib dan Tiara Andini Prastika.

Sumber : Antara

Tag : asian games 2018
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top