Asian Games 2018: Pelatih Tim Skateboard Indonesia Akui Jepang Lebih Kuat

Asian Games 2018: Pelatih Tim Skateboard Indonesia Akui Jepang Lebih Kuat
Newswire | 29 Agustus 2018 18:07 WIB
Ilustrasi-Skateboard - pixabay.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pelatih Kepala Tim Skateboard Indonesia Charlie Hobbies mengatakan kegagalan meraih emas di Asian Games 2018 disebabkan skateboarder Jepang terlalu kuat dari segala hal dibandingkan Indonesia.

"Saya katakan Indonesia tidak gagal. Target kita untuk tembus lawan-lawan paling berat dari Jepang karena mereka bukan lawan sepadan, ini seperti kisah Daud dan Goliath," kata Charlie Hobbies kepada Antara di Jakabaring Sport City, Palembang, Rabu (29/8/2018).

Dari dua nomor untuk kelas putra dan putri yang dipertandingkan di Asian Games (AG) 2018, Indonesia sudah berusaha yang terbaik meski target satu medali emas tidak tercapai. Awalnya, Indonesia menargetkan emas dari skateboarder Sanggoe Dharma Putra dan Pevi Permana Putra.

Indonesia mendapat empat medali, yakni dua perak dari Sanggoe di nomor street putra dan Jason Dennis Lijnzaat di nomor park putra. Tambahan dua medali lainnya berupa medali perunggu dari Pevi Permana Putra di nomor park putra, dan Nyimas Bunga Cinta di nomor street putri.

Jepang yang memenangkan medali emas di tiga nomor dinilai Charlie memang paling kuat di Asia untuk olahraga skateboard. Jepang lebih profesional karena punya kompetisi reguler dan sarana skatepark yang berstandar internasional, sehingga banyak atlet-atlet baru yang muncul dari negara matahari terbit itu.

Bahkan, untuk olahraga ekstrem ini, Jepang lebih kuat dari China dan Korea Selatan. Karena itu, pencapaian skateboarder Indonesia sudah cukup baik di level Asia karena sudah bisa mengalahkan skateboarder dari China dan Korea Selatan. Apalagi, lima atlet yang jadi andalan Indonesia masih sangat belia, seperti Sanggoe yang baru berusia 16 tahun, Jason Lijnzaat masih 14 tahun, Bunga Nyimas Cinta berusia 12 tahun, dan Aliqqa umurnya masih 9 tahun.

"Kita harus bangga ke mereka karena sudah berusaha yang terbaik untuk membela Indonesia di usia mereka yang masih muda," katanya.

Pelatih skateboard Indonesia, Ardy Polli menambahkan, pertandingan-pertandingan di AG 2018 akan menjadi pelajaran bagi semua pihak mulai dari pelatih, pembinaan atlet hingga ke PB Perserosi yang merupakan induk olahraga ekstrim itu. Karena skateboard juga akan dipertandingkan sebagai olahraga prestasi di Olimpiade 2020 di Jepang, perlu ada pembinaan berjenjang dari daerah-daerah melalui pertandingan di Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.

"Ini adalah titik maju untuk lebih baik lagi," kata Ardy.

Sumber : Antara

Tag : asian games 2018
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top