Bulu Tangkis Capai Target Raih Dua Emas, Begini Komentar Susy Susanti

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti memberikan apresiasi atas perjuangan para pebulutangkis Indonesia sepanjang gelaran Asian Games 2018. Target satu medali emas berhasil dipenuhi, bahkan dilewati dengan raihan dua emas yang datang dari Jonatan Christie dan pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.
Andhika Anggoro Wening | 29 Agustus 2018 15:19 WIB
Pemain tunggal putra Indonesia Jonatan Christie, memberi hormat kepada bendera Merah Putih setelah mengalahkan pemain Chinese Taipei Chou Tien Chen, pada laga final tunggal putra bulu tangkis Asian Games 2018 di Istora Senayan Jakarta, Selasa (28/8). Jonatan Christie meraih emas setelah menang dengan skor 21-18, 20-22 dan 21-15. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti memberikan apresiasi atas perjuangan para pebulutangkis Indonesia sepanjang gelaran Asian Games 2018. Target satu medali emas berhasil dipenuhi, bahkan dilewati dengan raihan dua emas yang datang dari Jonatan Christie dan pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Di sektor ganda putra, Indonesia menciptakan all Indonesian final yang terakhir kali terjadi 44 tahun lalu di Asian Games Tehran 2014. Pada partai final ganda putra, Kevin/Marcus mengalahkan sesama pemain Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Satu perak juga datang dari tim beregu putra. Sedangkan empat medali perunggu didapat tim beregu putri, Anthony Sinisuka Ginting, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Capaian ini lebih baik dari Asian Games Incheon 2014 dengan raihan empat medali yang terdiri dari dua emas, satu perak dan satu perunggu.

"Hasil ini melebihi target emas, di ganda putra pun melebihi target. Buat saya, di ganda putra tidak ada yang juara satu juara dua. Mereka berempat lah juaranya. Walaupun sesama pemain Indonesia tapi daya juang dan semangatnya luar biasa," kata Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI seperti dikutip dalam situs resmi PBSI, Rabu (29/8/2018).

Susy juga mengapresiasi penampilan pemain dari sektor lain seperti tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung yang tampil cukup baik di nomor beregu. Gregoria mengalahkan pemain-pemain top seperti Akane Yamaguchi (Jepang) dan Sung Ji Hyun (Korea).

"Semua sektor cukup baik, mereka bisa menampilkan permainan terbaik mereka. Meskipun secara prestasi belum bisa kasih medali, khususnya Gregoria, namun dia bisa mengalahkan unggulan. Untuk tunggal putra, sebetulnya belum ada target juara, justru di ganda putra dan ganda campuran," jelas Susy.

"Ganda campuran justru meleset, karena Owi/Butet harus mengakui pasangan China (Zheng Siwei/Huang Yaqiong). Kalau ganda putri memang sudah diprediksi dapat perunggu," tambahnya.

Susy mengatakan bahwa para pemain putra Indonesia bisa menguasai di Asian Games 2018. Ia pun berharap semua sektor mengalami kemajuan seperti tunggal putra dan ganda putra.

"Pertandingan puncaknya nanti ada di Olimpiade Tokyo 2020. Itu adalah puncak dari prestasi seorang atlet, tentu ada seleksi dan dipersiapkan dari sekarang," ujar Susy.

Sumber : Badminton Indonesia

Tag : bulutangkis
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top