Asian Games 2018: Pencak Silat Kembali Sumbang Emas ke-10 Buat Indonesia

Asian Games 2018: Pencak Silat Kembali Sumbang Emas ke-10
Yusran Yunus | 29 Agustus 2018 11:18 WIB
Asian Games 2018 - Asian Games 2018

Bisnis.com, JAKARTA - Pasangan pesilat ganda putri nomor artistik, Ayu Sidan Wilantari/Ni Made Dwiyanti, mempersembahkan medali emas ke-10 dari cabang pencak silat untuk kontingen Indonesia di Asian Games 2018.

Dalam babak final di Padepokan Pencak Silat TMII Rabu pagi ini (29/8/2018), Ayu/Ni Made, berhasil mengungguli 6 pasangan pesilat putri ganda lainnya, dengan meraih nilai tertinggi 574 yang diberikan 5 juri.

Ke-6 pesaing Ayu/Ni Made yakni Motiaya Vongphakdy/Aphinyo Douangmany (Laos), Thi Thu Ha/Thi Huyen Nguyen (Vietnam), Simran/Sonia (India), Nur Azlyana Ismail/Nurhanishah Shahrudin (Singapura), Nor Hamzah Abu Hassan/Nur Syazreen A Malik (Malaysia), Saowanee Chanthamunee/Oraya Choosuwan (Thailand).

Sebelumnya pesilat tunggal putra Indonesia, Sugianto, memperpanjang waktu panen emas Indonesia, setelah pada babak final nomor artistik (kelas 50-60 kg) pagi hari ini Rabu (29/8/2018) mempersembahkan emas ke-9 dari cabang pencak silat.

Sugianto berhasil meraih nilai di atas nilai yang dicatat oleh 5 pesaing lainnya yakni Ilyas Sadara (Thailand), Muhammad Iqbal Abdul Rahman (Malaysia(, Tian Dung Vu (Vietnam), Almohaidib Abad (Filipina), Souksavanth (Laos).

Pada hari ini di Padepokan Pencak Silat TMII, ada 6 nomor pertandingan babak final, yang seluruhnya menyertakan para jagoan silat dari Indonesia. 

Ke-6 nomor yang akan memperebutkan medali emas tersebut yakni tunggal putra, ganda putri, regu putri, kelas D putri (60-65 kg), kelas C putra (55-60 kg) dan kelas B putri (50-55 kg). 

Jika keenam nomor pertandingan final ini dimenangkan oleh para pesilat Indonesia, berarti pencak silat totalnya menyumbangkan medali emas terbanyak untuk kontingen Indonesia: 14 medali emas.

Pada pertandingan final 27 Agustus, para pesilat Merah Putih berhasil menyapu bersih 8 medali emas di 8 pertandingan final. Kedelapan pesilat yang menyabet emas tersebut yakni Abdul Malik (50-55 kg), Sarah Tria Monita (55-60 kg), Iqbal Candra Pratama (60-65 kg), Komang Harik Adi Putra (65-70 kg), Aji Bangkit Pamungkas (85-90 kg).

Lalu, emas dari tim silat beregu putra Indonesia di kelas 50-60 kg artistik terdiri atas Nunu Nugraha, Asep Yuldan Sani dan Anggi Faisal Mubarok, Puspa Arumsari (50-60 kg) dan Yola Primadona Jampil/Hendy.

Sampai pagi hari ini, Indonesia menempati peringkat ke-4 klasemen perolehan medali Asian Games 2018 dengan mengoleksi 24 emas, 19 perak dan 29 perunggu. 

Setingkat di atas Indonesia, bertengger Korea Selatan dengan 32 emas, 40 perak dan 46 perunggu. Di bawah Indonesia, ada Iran dengan 17 emas, 16 perak dan 16 perunggu. 

Posisi ke-1 masih ditempati oleh China dengan 97 emas, 64 perak dan 45 perunggu dan runner up diisi oleh Jepang dengan 43 emas, 38 perak dan 61 perunggu. 

Jika pencak silat menyapu bersih 6 medali emas di pertandingan final hari ini, Indonesia mengumpulkan 30 medali emas dan hanya berselisih 2 emas dari Korsel. Berarti peluang Indonesia masuk 3 besar, terbuka lebar jika cabang olah raga lain bisa menyumbangkan emas lebih dari 2. 

Manajer Atlet Pencak Silat Indonesia, Edhy Prabowo mengatakan para pesilat Indonesia akan terus berjuang maksimal untuk menyumbangkan medali emas sebanyak-banyaknya.

Tag : asian games 2018
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top