Ini Penyebab Bangku Penonton Asian Games Kosong

Banyaknya bangku kosong di berbagai perandngan pada gelaran Asian Games 2018 terus mendapat sorotan publik.
John Andhi Oktaveri | 26 Agustus 2018 18:29 WIB
Suasana pembukaan Asian Games 2018 di Gelora Bung karno Jakarta, Sabtu (18/8/2018) - Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh

Bisnis.com, JAKARTA — Banyaknya bangku kosong di berbagai perandngan pada gelaran Asian Games 2018 terus mendapat sorotan publik.

Wakil Ketua Komisi X DPR Sutan Adil Hendra menyayangkan kejadian tersebut sehingg menyebabkan penyelenggara Asian Games (Inasgoc) mendapat teguran dari Olympic Council of Asia (OCA) selaku induk organisasi olimpiade Asia.

Menurutnya, hal itu sebenarnya bisa diantisipasi dari awal, terutama faktor yang membuat bangku terlihat kosong.

Dia mencontohkan banyak masyarakat Indonesia yang hanya ingin menonton tim Indonesia saja, padahal tiket yang dibelinya adalah tiket untuk keseluruhan pertandingan.

Itu terlihat kosong karena penonton Indonesia hanya ingin melihat tim Indonesia saja, contoh pertandingan basket, padahal tiket yang mereka beli untuk empat pertandingan,” ujarnya Sutan, Minggu (26/8).

Dia menjelaskan bahwa kalau tim Indonesia bermain pada pertandingan terakhir maka pentonton Indonesia umumnya tidak menonton pertandingan awal sehingga bangku tidak terisi penonton meski tiketnya sudah dibeli," lanjutnya.

Selain itu, untuk memberi pelayanan penuh kepada penonton, Inasgoc juga harus mengurangi kapasitas kursi untuk penonton yang terakreditasi, katanya. Dengan demikian, masyarakat memiliki kesempatan untuk menonton pertandingan secara langsung karena jumlah kursi yang dijual lebih banyak.

Selama ini ada 30 sampai 40 persen dari total kursi yang ada di venue untuk penonton yang terakreditasi yaitu media, broadcaster, atlet, federasi juga tamu VVIP. Nah jumlah ini sebaiknya dikurangi," katanya.

Sebelumnya dilaporkan lantaran kursi penonton dalam sejumlah pertandingan Asian Games 2018 banyak yang kosong, Dewan Olimpiade Asia (OCA, Olympic Council of Asia) menyurati Ketua Panitia, Erick Thohir.

Erick kepada sejumlah wartawan di Jakarta menjelaskan bahwa tidak semua kursi dijual untuk umum.

"Bangku di stadion tempat berlangsungnya ajang multievent terbagi pada dua jenis. Yang pertama adalah bangku umum yang dijual terbuka. Jenis kedua adalah bangku khusus yang tak dijual. Bangku yang dijual terbuka ini angkanya paling banyak," kata Erick. 

Erick mengatakan bangku khusus tersebut adalah aturan yang berlaku di setiap ajang multievent.

Tag : asian games 2018
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top