Yeni Siti Rohmah, Atlet Tenis Dinding Titisan Ibu Squash

Darah ‘Squash’ mengalir sejak kecil pada Yeni Siti Rohmah, atlet kelahiran 16 Juni 1990 ini.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 24 Agustus 2018 14:47 WIB
Yeni Siti Rohmah (kanan). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Darah ‘Squash’ mengalir sejak kecil pada Yeni Siti Rohmah, atlet kelahiran 16 Juni 1990 ini.

Ibunda Yeni, Cicih Sumarni merupakan mantan atlet squash yang pernah menjadi juara nasional di era 1980 hingga 1990-an.

Sang kakak, Kusnadi, adalah anggota tim squash di SEA Games Kuala Lumpur 2001.

Awalnya dia tidak pernah tertarik untuk menjadi atlet tenis dinding seperti sang ibu namun pada akhirnya dia luluh dan mulai belajar squash saat dia masih berusia 12 tahun pada 2002.

Dia pun mengikuti latihan di Siliwangi Squash Center [SSC], Bandung, Jawa Barat dengan dilatih oleh sang Ibu dan kakak.

Perempuan lulusan administrasi umum dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bagasasi ini pun kini menjadi salah satu atlet squash kebanggaan Indonesia.

Selama menjadi altet, Yeni berhasil membawa pulang 1 emas dan 1 perak pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 di Kalimantan Timur, 2 Emas di PON XVIII Riau (2012), 1 Perak di Sea Games Singapura (2015), dan 2 Emas di PON Jawa Barat (2016).

Yeni merupakan salah satu dari atlet Squash Senior yang berlaga di Asian Games 2018.

Namun sayangnya Yeni belum bisa menyumbangkan medali di Indonesia untuk nomor tunggal putri squash karena dia berhasil ditaklukkan atlet asal India, Dipika Pallikal Karthik di babak 16 besar yang berlangsung kemarin (23/8/2018) dengan skor 0-3.

Tag : asian games 2018
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top