Cabor yang Berpotensi Menambah Medali untuk Indonesia

Cabor yang Berpotensi Menambah Medali untuk Indonesia
Newswire | 24 Agustus 2018 10:21 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pencapaian kontingen Indonesia selama pekan pertama perhelatan Asian Games 2018 berada di jalur yang tepat dengan masuk jajaran sepuluh besar klasemen perolehan medali, namun posisi itu belum sepenuhnya aman karena masih banyak medali emas yang diperebutkan.

Hingga menyelesaikan lima hari pertandingan (hingga Jumat pagi), sudah 153 dari 465 medali emas atau hampir 30 persen yang terdistribusi. Sebanyak 20 dari 45 kontingen sudah berhasil meraih medali emas.

Tuan rumah Indonesia sementara berada di peringkat kelima klasemen dengan mengumpulkan 8 emas, 6 perak dan 10 perunggu. Posisi teratas masih tetap dipegang juara bertahan China yang sudah mendapatkan 55 emas, 40 perak dan 21 perunggu.

Posisi kedua ditempati Jepang dengan koleksi 25 emas, 28 perak dan 32 perunggu, disusul Korea Selatan (16-20-27) di urutan ketiga, dan Iran di peringkat keempat (10-9-8).

Menilik klasemen medali, posisi Indonesia belum sepenuhnya aman dan masih rawan tergusur oleh Thailand (6-4-16), Korea Utara (6-2-5) atau juga Chinese Taipei (5-6-11).

Demi mempertahankan posisi itu, Indonesia setidaknya harus tetap menjaga keberlanjutan perolehan medali emas, seperti yang sudah direalisasikan selama lima hari terakhir.

Pada hari keenam pelaksanaan Asian Games, sebanyak 38 medali emas kembali diperebutkan dari cabang olahraga renang, sofbol, boling, balap sepeda, anggar, senam, jetski, kabaddi, ju-jitsu, dayung, menembak, tenis, dan angkat besi.

Dari ke-13 cabang olahraga tersebut, peluang menambah medali ada di cabang jetski, boling dan dayung.

Atlet bersaudara Aqsa dan Aero Sutan Anwar menjadi tumpuan Indonesia di perlombaan jetski nomor runabout limited. Juara dunia jetski 2014 Aero Sutan Anwar yang berlaga di kelas runabout limited dan endurance runabout open diharapkan bisa mewujudkan target medali emas.

"Targetnya dua emas. Kalau saya pribadi yakin bisa meraihnya," ujar Aero saat ditemui di arena perlombaan jetski di Ancol, Jakarta, Kamis (23/8).

Ia menyebut atlet Thailand dan Uni Emirat Arab sebagai pesaing terkuat dalam perburuan medali emas. Hingga menyelesaikan perlombaan hari pertama, Kamis (23/8), Aero berada di urutan kedua di bawah atlet Negeri Gajah Putih.

Sementara di cabang boling yang memainkan nomor regu enam putri, peluang meraih medali cukup terbuka, kendati dua tim putri yang diturunkan pada nomor trio pada Rabu (22/8) gagal mendapatkan medali. Tim Indonesia hanya berada di peringkat kelima dan delapan.

Manajer tim boling Indonesia Ronny Arnold Mandagi mengatakan atletnya tampil di bawah penampilan terbaiknya dan kurang lepas.

"Atlet bermain di bawah penampilan terbaiknya selama ini, nilai rata-rata dari setiap lemparan juga di bawah biasanya. Kami langsung melakukan evaluasi," kata Ronny.

Menurut ia, nomor trio merupakan bidikan emas bagi tim Indonesia. Meski demikian, Ronny tetap optimistis bisa mempersembahkan dua medali emas dari arena boling, seperti yang ditargetkan

"Kami masih optimistis dengan target yang dibebankan. Kami akan berupaya maksimal pada nomor berikutnya, termasuk beregu enam pemain. Peluang kita masih terbuka dan kami tetap optimistis bisa menghadirkan Indonesia Raya di arena boling," tambahnya.

Sedang dari cabang dayung yang melombakan delapan nomor final, tuan rumah Indonesia berpotensi meraih medali di nomor kelas ringan delapan putra.

Dari tujuh nomor final yang sudah diselesaikan, tim dayung Merah Putih baru mengemas satu medali perak (kelas ringan empat putra) dan satu perunggu (kelas ganda putri).

"Kami tetap berupaya memberikan yang terbaik di perlombaan hari kedua ini. Hasil kurang maksimal kemarin menjadi motivasi kami untuk lebih baik lagi," kata Julianti, salah satu anggota tim dayung Indonesia.

Selain perebutan medali, pertandingan tidak kalah seru juga bakal berlangsung di cabang sepak bola putra ketika Timnas Indonesia menghadapi Uni Emirat Arab pada babak perempat final di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jabar, Jumat sore.
 
Sebagai informasi, pencapaian Timnas garuda masuk babak 16 besar Asian Games 2018 merupakan yang kedua kalinya sejak 2002, di mana aturan pemain usia 23 tahun (U-23) diterapkan.

Prestasi serupa pertama kali digoreskan tim Garuda Muda, julukan Timnas U-23 Indonesia, pada Asian Games 2014 di Korea Selatan. Jika berhasil menaklukkan UEA, Hansamu Yama Pranata dan kawan-kawan akan mencetak sejarah baru melaju ke babak perempat final.

"Semua pemain dalam kondisi bagus, kecuali Bagas Adi yang masih dalam pemulihan cedera. Ini pertandingan yang tidak mudah, kami juga mohon dukungan dari suporter dan seluruh rakyat Indonesia," kata asisten pelatih Timnas Indonesia Bima Sakti. 

Sumber : Antara

Tag : asian games 2018
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top