ASIAN GAMES 2018: Calo Tiket Masih Berkeliaran

Masalah penjualan tiket masih menjadi catatan negatif dalam penyelenggaraan pekan olahraga terbesar di Asia, Asian Games 2018.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh - Bisnis.com 23 Agustus 2018  |  15:03 WIB
ASIAN GAMES 2018: Calo Tiket Masih Berkeliaran
Warga berfoto di depan logo Asian Games 2018 di Jakarta. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Masalah penjualan tiket masih menjadi catatan negatif dalam penyelenggaraan ajang olahraga terbesar di Asia, Asian Games 2018.

Setelah penjualan tiket secara online sebelum acara pembukaan sempat menemui kendala dan ramai dikritik oleh warganet, calo tiket pun ternyata masih ditemui di sekitar venue pertandingan.

Meski pihak panitia penyelenggara Asian Games 2018 sudah membatasi jumlah pembelian tiket sebanyak 4 tiket untuk 1 nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP), para calo masih tetap melancarkan aksinya.

Beberapa hari lalu, Kepolisian Sektor Tanah Abang bahkan sempat menahan tiga calo tiket Asian Games 2018. Ketiganya terciduk ketika sedang melancarkan aksinya di Pintu 5 Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat.

Pada Selasa (21/8), polisi juga kembali menangkap enam calo yang terlihat menjajakan tiket bola voli dan bulu tangkis.

Namun, berdasarkan pantauan Bisnis, Kamis (23/8), calo tiket masih terlihat di kawasan penjualan tiket on the spot di Loket 6 dan 7, Kompleks GBK.

Kepada Bisnis, seorang calo yang mengenakan kaus krem dengan motif garis putih menawarkan tiket taekwondo. Dia mengklaim harga yang dijualnya sama dengan harga asli pertandingan.

"Cari tiket apa? Taekwondo? Harga asli nih," tutur calo tersebut.

Ada pula beberapa calo lain yang memantau suasana. 

Hari ini merupakan hari terakhir bagi cabang olahraga (cabor) taekwondo. Harga tiket untuk babak penyisihan adalah Rp100.000, sedangkan tiket untuk final sebesar Rp200.000.

Oktarosi Achmad Zaelani, runner yang membantu mengarahkan pengunjung di depan Loket 1, mengatakan tiket on the spot yang sudah laku adalah bulu tangkis, bola voli, dan basket.

"Dari tadi itu yang paling laku," tuturnya kepada Bisnis.

Sebenarnya, penjualan tiket melalui calo sudah terjadi sejak acara pembukaan Asian Games 2018, Sabtu (18/8). Fahmi Hendrawan, pendiri sekaligus desainer Fatih Indonesia, mengaku sangat kesulitan untuk membeli tiket acara pembukaan.

Dia ditawari tiket pembukaan kelas C seharga Rp1,3 juta, hampir dua kali lipat harga aslinya yang sebesar Rp750.000,. Namun, karena harga tersebut dirasa terlalu mahal, Fahmi akhirnya menyerah dan memilih untuk menontonnya di televisi.

Masalah tiket dan calo kembali menjadi sorotan menjelang final bulu tangkis beregu putra pada Rabu (22/8).

Beberapa calon penonton mengaku ditawari tiket oleh calo dengan harga yang berkali-kali lipat lebih mahal. Salah satunya adalah Muhammad Ridwan yang mengungkapkan dirinya sempat ditawari tiket kategori B di harga Rp700.000, meski harga aslinya adalah Rp200.000. 

Calon penonton lainnya, RD Kandi, ditawari tiket seharga Rp1,3 juta untuk kategori A. Padahal, harga resmi untuk kategori tersebut adalah Rp400.000.

Dia pun akhirnya urung menonton final tersebut di dalam Istora Senayan, venue pertandingan bulu tangkis, meski sudah mengantre sejak pagi. 

Yolanda, calon penonton lain yang juga rela mengantri on the spot untuk membeli tiket pertandingan final bulu tangkis beregu putra, menyesalkan penjualan tiket yang cepat habis tanpa disaring siapa saja yang membeli tiket tersebut. Meski pihak INASGCO menyediakan beberapa layar besar secara gratis untuk nonton bareng dadakan bagi para calon penonton yang sudah mengantre, dia tetap merasa kecewa. 

Hopeless karena pas sampai sana memang tiket sudah habis. Yang antre di depan diumumin tiket habis, kami yang antre di belakang ya sudah hopeless, ya kecewa sih tapi minimal bisa nonton di dalam [meski bukan di dalam venue pertandingan],” tutur Yolanda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asian games 2018

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top