Jokowi Pakai Stuntman Saat Naik Motor, Ini Kata Mendagri

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menganggap bahwa untuk meningkatkan semangat perlu ditambahkan sedikit sentuhan fiksi
Jaffry Prabu Prakoso | 20 Agustus 2018 06:59 WIB
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Eko Putro Sandjojo (kanan) dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bersiap mengikuti rapat terbatas tentang optimalisasi dana desa di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/10). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menganggap bahwa untuk meningkatkan semangat perlu ditambahkan sedikit sentuhan fiksi.

“Sebagai contoh gamblang adalah semangat bambu runcing untuk menghadapi keunggulan militer Belanda saat itu. Proporsinya adalah sebagai idiom perjuangan, yaitu bagian dari bentuk-bentuk perjuangan lainnya,” katanya melalui pesan singkat kepada wartawan, Minggu (19/8/2018).

Pengandaian itu menanggapi soal komentar publik yang menilai sinis Presiden Joko Widodo menggunakan peran pengganti saat mengendarai motor gede (moge) pada pembukaan Asian Games 2018.

Menurut Tjahjo, prioritas program pembangunan infrastruktir ekonomi dan sosial yang sedang digenjot saat ini disampaikan melalui sentuhan dalam bentuk mengendarai moge ke Stadion Gelora Bung Karno.

“Pesan intinya adalah mencari terobosan ketika situasi membutuhkan dan jangan menyerah pada keadaan. Langkah semacam itu merupakan upaya pendukung di antara kerja dan kerja nyata lainnya,” ungkapnya.

Pada pembukaan Asian Games kemarin, Jokowi diceritakan mengalami kendala jalan macet karena antusias warga turun ke jalan merayakan perhelatan akbar se-Asia ini.

Untuk mengatasi itu, dia mengendarai moge sampai stadion, tempat pembukaan diselenggarakan dan tiba di lokasi tepat waktu.

Tayangan tersebut dianggap positif dan negatif. Mereka yang kontra menganggap bahwa Jokowi telah membohongi rakyat karena menggunakan peran pengganti.

Tag : asian games 2018
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top