Nasib Atlet Trampolin, Gaji Tersendat Menjelang Asian Games

Atlet trampolin Yudha Tri Aditya asal Jawa Barat berharap mendapatkan perhatian lebih dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 31 Juli 2018 14:14 WIB
Ilustrasi olahraga Trampolin - Reuters/Mike Blake

Bisnis.com, JAKARTA – Atlet trampolin Yudha Tri Aditya asal Jawa Barat berharap mendapatkan perhatian lebih dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.

"Saya tidak menuntut apa-apa, cuma berharap ada perhatian lebih dari Kemenpora untuk atlet trampolin, apalagi saya mau nikah tahun depan," ungkap Yudha kepada Bisnis.com saat ditemui di Houbii Urban Adventure Park, PIM 3, Jakarta Selatan, Selasa (31/7/2018).

Perhatian yang diharapkannya adalah masalah gaji atlet yang belum dibayarkan sejak Mei 2018.

Atlet trampolin Indonesia yang akan berjuang di Asian Games 2018 (dari kiri ke kanan) Calvin Ponco, Yudha Tri Aditya, Dimas Shindu Aji./Bisnis.com-Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh 

Yudha sampai mengorbankan diri untuk melepas pekerjaannya sebagai salah satu tim Trans Studio Bandung demi mewujudkan cita-citanya untuk mengharumkan nama bangsa pada pertandingan trampolin Asian Games 2018.

Ketua pelatih atlet trampolin Indonesia Lulu Manurung mengatakan pihak Houbii Urban Park memberi dukungan berupa tempat latihan, penginapan, dan makan, tetapi atlet binaanya memiliki keperluan perlengkapan untuk bertanding.

Dia berharap gaji para atlet binaannya tersebut segera diberikan sesuai dengan porsinya karena ketiga atlet tersebut termasuk orang-orang yang berusaha untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. "Harapan saya sih bisa secepatnya diberikan," tutur Manurung.

Trampolin mengirimkan tiga atlet yang akan berlaga di Asian Games 2018, yakni Yudha Tri Aditya, Dimas Sindhu Aji, dan Calvin Ponco. Ketiga atlet tersebut sedang menjalani pemusatan latihan di Houbii Urban Adventure Park, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Tag : kemenpora, Asian Games 2018
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top