ASG 2018: Tim Bulu Tangkis Indonesia Sukses Kawinkan Emas Nomor Tunggal

Tim bulu tangkis Indonesia sukses mengawinkan emas nomor tunggal pada ASEAN School Games (ASG) 2018 di Juara Stadium, Bukit Kiara, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu setelah dipartai puncak mampu meraih hasil terbaik.
Newswire | 25 Juli 2018 17:58 WIB
Ilustrasi - Bulutangkis - badminton/coach.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Tim bulu tangkis Indonesia sukses mengawinkan emas nomor tunggal pada ASEAN School Games (ASG) 2018 di Juara Stadium, Bukit Kiara, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu setelah dipartai puncak mampu meraih hasil terbaik.

Kemenangan yang berbuah emas kejuaraan khusus untuk pelajar di Asia Tenggara itu terlebih dahulu dipersembahkan oleh pemain tunggal putra Nur Yahya Adi Felani yang sukses mengalahkan andalan tuan rumah Malaysia, Jacky Kok Jing Hong dengan skor 2-1 (21-12, 20-22, 21-19).

Meski akhirnya mampu meraih emas, Nur Yahya nyaris terpeleset karena lawan terus memberikan perlawan. Sebenarnya sang juara bertahan bisa mengakhiri perlawanan di gim kedua. Meski sempat ungul 19-15, pemain binaan klub Pratama Surabaya ini harus menyerah 20-22. Begitu juga di gim ketiga. Yahya juga tertinggal, namun mampu menggebrak diakhir pertandingan.

"Tadi memang sempat terlalu percaya diri. Tapi saya langsung berusaha tenang dan mempelajari cara bermain lawan. Saya langsung habis-habisan. Ternyata bisa," kata pemain yang akrab dipanggil Yahya itu.

Menurut dia, sang lawan merupakan pemain yang ulet dan tahan banting. Hal tersebut dibuktikan dengan terus bertahan meski dalam kondisi cedera kaki. Dukungan dari suporter tuan rumah untuk lawah juga membuat Yahya sedikit goyah. Namun semuanya mampu diatasi.

"Ini adalah ASG terakhir saya. Setelah ini saya akan turun di kejurnas karena jika juara bisa masuk ke pelatnas," kata atlet asal Sukoharjo, Jawa Tengah itu.

Apresiasi tinggi juga pantas disematkan pada peraih emas tunggal putri Aisah Galuh Maheswari. Meski sempat jatuh bangun, atlet asal Purwokerto Jawa Tengah itu sukses menumbangkan andalan tuan rumah yang dikenal ulet yaitu Letshanaa A/P Karuphatevan dengan skor 2-1 (13-21, 21-12, 23-21).

"Tadi memang menguras tenaga. Sejak awal kami main relay-relay panjang. Setelah ada kesempatan baru mengeluarkan andalan. Lawan juga melakukan hal yang sama," kata pemain binaan PB Djarum Kudus itu.

Menurut dia, emas memang sudah ditargetkan sejak awal oleh tim. Dirinya mengakui memang pada final memang cukup berat. Meski demikian upaya yang dilakukan membuahkan hasil medali emas untuk kontingen Indonesia.

Sementara itu manajer tim bulu tangkis Indonesia, Lulu Hadiyanto mengaku target medali yang ditetapkan yaitu dua emas mampu terpenuhi. Bahkan lebih karena mampu meraih empat emas yaitu beregu putri, tunggal putra-putri dan ganda putri.

Sumber : Antara

Tag : bulutangkis
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top