Dana Latihan Cekak, Zohri Tetap Gigih Berlatih

Bakat Lalu Muhammad Zohri di bidang atletik mulai diasah sejak tahun 2015 dan memasuki pemusatan latihan di Pusat Pendidikan dan Latihan PelajarPPLP) Mataram dengan biayaa operasional sangat minim.
Eka Chandra Septarini | 13 Juli 2018 15:39 WIB
Lalu Muhammad Zohri, sprinter asal Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil meraih medali emas dalam IAAF World U20 Championships di Tampere, Finlandia pada Rabu (12/7). Kemenangan Zohri menjadi sejarah bagi Indonesia dalam ajang tersebut. - Reuters/Kalle Parkkinen

Bisnis.com, LOMBOK UTARA – Bakat Lalu Muhammad Zohri di bidang atletik mulai diasah sejak tahun 2015 dan memasuki pemusatan latihan di Pusat Pendidikan dan Latihan PelajarPPLP)  Mataram dengan biayaa operasional sangat minim.

Husnanindiaty Nurdin, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB, mengatakan Zohri kemudian ditarik menjadi atlet nasional pada akhir 2017 lalu.

"Saat itu kami menemukan bakat Zohri ketika ada lomba lari tingkat Provinsi NTB di Mataram. Zohri kemudian kami tarik menjadi atlet untuk dibina di PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar) NTB di Mataram," ujar Husnanindiaty, Jumat (13/7/2018).

Saat ini Zohri bersama 10 pelajar lain yang menjadi atlet atletik, Zohri tinggal di asrama PPLP NTB di Mataram.

Husnanindiaty melihat sosok Zohri sebagai contoh pemuda Indonesia yang gigih dan berjiwa pemenang. Sejak tinggal di asrama PPLP NTB, Zohri sangat ketat berlatih.

"Dia termasuk atlet yang punya potensi dan terus meningkatkan kemampuannya dengan terus berlatih," ujar Husnanindiaty.

Momentum Zohri menjadi juara dunia ini, dinilai Enny sapaan akrabnya, membawa manfaat. Sebab selama ini perhatian pemerintah daerah NTB memang kurang untuk pembinaan atlet.

"Untuk melatih dan membina 52 orang atlet dari berbagai cabang olahraga di PPLP NTB, anggaran Pemda Provinsi NTB hanya tersedia Rp100 juta hingga Rp200 juta," ujarnya.

Tag : atletik
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top