Jadi Juara Dunia Junior, Ini Catatan Rekor Zohri Sepanjang 2018

Prestasi yang ditorehkan Lalu Muhammad Zohri dalam ajang IAAF World U20 Championships 2018 di Tampere, Finlandia menjadi sejarah tersendiri bagi Indonesia dan sang sprinter.
Annisa Margrit | 12 Juli 2018 12:34 WIB
Lalu Muhamad Zohri, atlet Indonesia memenangi final lari 100 meter putra pada kejuaraan dunia atletik junior IAAF World U-20 Championships di Tampere Stadium, 11 Juli 2018 di Tampere, Finlandia. - Twitter IAAF

Bisnis.com, JAKARTA -- Prestasi yang ditorehkan Lalu Muhammad Zohri dalam ajang IAAF World U20 Championships 2018 di Tampere, Finlandia menjadi sejarah tersendiri bagi Indonesia dan sang sprinter.

Zohri berhasil membalikkan ekspekstasi publik yang sebelumnya memproyeksi medali emas lari kategori 100 meter pria dalam kejuaraan itu bakal disabet Anthony Schwartz, pelari asal AS.

Dia sukses mencatat waktu 10,18 detik dalam final yang berlangsung pada Rabu (11/7/2018) waktu setempat. Raihan tersebut menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya Indonesia mampu menyabet medali di ajang ini.

Perbedaan waktu antara Zohri dengan para sprinter lainnya juga cukup jauh. Schwartz yang berada di posisi kedua mencatatkan waktu 10,22 detik, sama dengan peringkat ketiga yaitu Eric Harrison yang juga berasal dari AS.

Sayangnya, rekor Zohri masih jauh di bawah rekor IAAF World U20 Championships yang masih dipegang oleh Adam Gemili dari Inggris sejak 2012, dengan torehan waktu 10,05 detik.

Tetapi, catatan waktu Zohri kali ini berarti terciptanya rekor nasional baru. Pasalnya, catatan waktu 10,24 detik yang diciptakannya pada semifinal kejuaraan dunia junior ini sudah memecahkan rekor nasional Indonesia.

Sebelumnya, rekor nasional dan Asia Tenggara dipegang oleh Suryo Agung dengan catatan 10,20 detik. Torehan waktu itu diraihnya pada Sea Games 2009.

Keberhasilan Zohri kemarin juga membuatnya masuk dalam daftar 10 besar rekor dunia junior 2018 untuk kategori 100 meter pria. Dia berada di posisi delapan, bersama Schwartz dan Thembo Monareng dari Afrika Selatan.  

Jika melihat catatan waktu Zohri sepanjang tahun ini, terlihat perkembangan yang cukup pesat. Pada pra turnamen Asian Games 2018 di Jakarta pada Februari 2018, catatan waktu terbaiknya adalah 10,25 detik.

Kemudian, pada turnamen Westwood Rafer Johnson&Jackie Joyner-Kersee Invitational di AS pada April 2018, dia hanya mampu mencetak waktu 10,36 detik.

Bahkan, pada ronde kualifikasi Asian Junior Athletics Championships di Gifu, Jepang bulan lalu, catatan waktunya hanya 10,44 detik. Meski demikian, Zohri mampu memperbaiki performanya dan menyabet medali emas di ajang tersebut.

Di final, atlet asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mencatatkan waktu 10,27 detik dan mengalahkan andalan tuan rumah, Daisuke Miyamoto.

Keunggulan Zohri atas Miyamoto semakin kukuh karena Miyamoto termasuk sprinter yang dikalahkannya dalam IAAF World U20 Championships 2018. Miyamoto hanya mampu mencatatkan waktu 10,43 detik dan berada di posisi terakhir.

Selain berlaga di kategori 100 meter, dia juga sering termasuk dalam tim 4x100 meter putra di pra turnamen Asian Games 2018.

Kemenangan Zohri yang di luar dugaan menjadi kisah tersendiri bagi kontingen Indonesia di kejuaraan tersebut. Pasalnya, panitia membutuhkan waktu lama untuk mencari dan memberikan bendera Merah Putih kepadanya untuk digunakan ketika menerima medali di podium.

Tag : atlet
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top