Jelang Asian Games 2018, Sprinter Muda Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Dunia

Menjelang Asian Games 2018, Indonesia mendapat kabar gembira setelah Lalu Muhammad Zohri berhasil mencetak sejarah dalam ajang IAAF World U20 Championships.
Annisa Margrit | 12 Juli 2018 10:19 WIB
Lalu Muhammad Zohri, sprinter asal Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil meraih medali emas dalam IAAF World U20 Championships di Tampere, Finlandia pada Rabu (12/7). Kemenangan Zohri menjadi sejarah bagi Indonesia dalam ajang tersebut. - Reuters/Kalle Parkkinen

Bisnis.com, JAKARTA -- Menjelang Asian Games 2018, Indonesia mendapat kabar gembira setelah Lalu Muhammad Zohri berhasil mencetak sejarah dengan meraih medali emas di ajang IAAF World U20 Championships.

Zohri, sprinter muda berusia 18 tahun dari Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi juara pertama dalam kejuaraan lari dunia U20 untuk kategori 100 meter pria, yang digelar di Tampere, Finlandia pada Rabu (11/7/2018).

Zohri mencatatkan waktu 10,18 detik dan berhasil mengalahkan Anthony Schwartz, pelari asal AS yang menjadi favorit dalam kejuaraan ini. Kemenangan luar biasa ini sekaligus memberikan medali pertama bagi Indonesia dalam sejarah kejuaraan tersebut.

Final tersebut dimulai dengan start yang ketat dari semua pelari, tapi dalam 20 meter terakhir terlihat Zohri berlari makin kencang. Beberapa meter menjelang finis, dia melihat ke para kompetitornya seakan penasaran di urutan berapa dia finis.

Setelah diumumkan bahwa Zohri menang, dia langsung melompat bahagia dan sujud syukur di trek lari.

"Saya akan berpesta malam ini! Saya sangat senang dengan catatan Personal Best (PB) saya dan rekor junior nasional. Sekarang saya akan mempersiapkan diri untuk Asian Games bulan depan. Saya sangat bangga, ini adalah pengalaman luar biasa dan sangat baik untuk karier saya," paparnya seperti dikutip Bisnis dari laman resmi IAAF, Kamis (12/7).

Dalam wawancara usai final, dia mengaku sangat bangga karena berhasil mencatatkan sejarah. Untuk Asian Games 2018, Zohri menyatakan sedang mempersiapkan diri dan akan terus berlatih. 

Kemenangan Zohri sangat di luar dugaan, bahkan panitia membutuhkan waktu lama untuk mencari dan memberikan bendera Merah Putih kepadanya untuk digunakan ketika menerima medali di podium.

Berdasarkan catatan IAAF World U20 Championships, rekor terbaik atlet Indonesia adalah finis di urutan kedelapan dalam kategori 100 meter lari pada 1986.

Catatan waktu Zohri dalam final, meski tidak berhasil memecahkan rekor, tapi unggul cukup jauh dibandingkan para sprinter lainnya. Schwartz yang berada di posisi kedua mencatatkan waktu 10,22 detik, sama dengan Eric Harrison yang juga berasal dari AS.

Di semifinal, Zohri mencatatkan waktu 10,24 detik atau 0,05 detik lebih lambat dari Schwartz. Catatan waktu Zohri pada semifinal merupakan rekor nasional.

Sebelum berlaga di kejuaraan ini, dia memegang titel juara Asia U20.

Tag : atlet, Asian Games 2018
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top