Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Biaya Asian Games 2018 Rawan Membengkak, Inasgoc Cari Sponsor Baru

Indonesia Asian Games Organizing Commite, sebagai panitia penyelenggara Asian Games 2018. membuka peluang masuknya sponsor tambahan untuk mengantisipasi pembengkakan biaya penyelenggaraan.
N. Nuriman Jayabuana
N. Nuriman Jayabuana - Bisnis.com 11 Juli 2018  |  14:30 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) mencoba naik sepeda BMX ketika meninjau venue BMX di BMX International Center Pulomas, Jakarta, Jumat (29/6/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A
Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) mencoba naik sepeda BMX ketika meninjau venue BMX di BMX International Center Pulomas, Jakarta, Jumat (29/6/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA -- Indonesia Asian Games Organizing Commite, sebagai panitia penyelenggara Asian Games 2018. membuka peluang masuknya sponsor tambahan untuk mengantisipasi pembengkakan biaya penyelenggaraan.

Sekretaris Jenderal Indonesia Asian Games Organizing Commite (Inasgoc) Eris Herryanto menyatakan terdapat dua penyebab yang bisa meningkatkan biaya penyelenggaraan Asian Games 2018, yaitu pelemahan kurs dan tingginya partisipasi atlet yang melebihi ekspektasi.

"Tentu kami masih membuka kesempatan masuknya kesepakatan sponsor di menit-menit akhir. Ada banyak perkembangan di lapangan yang sangat mungkin meningkatkan biaya, misalnya dari ekspektasi jumlah atlet dan pengadaan peralatan yang mesti didatangkan dari luar negeri," ujarnya di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Inasgoc mengaku sudah memperoleh komitmen pendanaan dukungan sponsor senilai lebih dari Rp860 miliar, baik berupa uang tunai maupun barang. Komitmen itu berasal dari 43 perusahaan swasta dan BUMN.

"Pemerintah memastikan anggaran untuk Asian Games 2018 yang tersedia Rp4,5 triliun. Dalam perjalanannya, kami diminta mencari sponsor untuk menutupi kekurangannya," terang Eris.

Inasgoc sudah mengantisipasi risiko kenaikan biaya dengan meneken berbagai kontrak pengadaan peralatan saat kurs berada di level Rp13.500 per dolar.

"Risiko pembengkakan biaya dari perubahan kurs mungkin tidak terlalu signifikan karena untungnya kontrak sebagian besar diteken saat dolar sekitar Rp13.500. Apa yang kami perlu lakukan tinggal melunasi pembayaran sesuai kontrak," tuturnya.

Adapun ekspektasi jumlah atlet yang berpartisipasi pada Asian Games 2018 sekitar 9.000 atlet. Tetapi, ternyata dipastikan lebih dari 11.000 atlet dari berbagai negara di Asia yang ikut serta.

"Itu melebihi 20% ekspektasi awal. Di satu sisi, kami lihat itu menggembirakan tapi memang meningkatkan biaya. Jadi, sambil jalan kami terus update kebutuhan biaya. Kalau ada lagi yang ingin bergabung menjadi sponsor, terutama pemilik brand yang butuh eksposure dunia luar, ya tentu kami persilakan ikut kerja sama," tukas Eris.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Asian Games 2018
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top