Atlet Disabilitas Raih 5 Medali di Test Event Paragames 2018

Anak-anak penyandang disabilitas binaan Panti Sosial Bina Netra Rungu Wicara Cahaya Bathin milik Dinas Sosial DKI Jakarta berhasil membawa pulang 2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu dalam ajang Test Event Paragames 2018 untuk mewakili DKI Jakarta.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 02 Juli 2018 16:32 WIB
Fajar Tri Hadi (kedua kanan) dan Firstania Kayla Amir (kedua kiri) berhasil membawa pulang 2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu dalam ajang Test Event Paragames 2018 mewakili DKI Jakarta. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Anak-anak penyandang disabilitas binaan Panti Sosial Bina Netra Rungu Wicara Cahaya Bathin milik Dinas Sosial DKI Jakarta berhasil membawa pulang 2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu dalam ajang Test Event Paragames 2018 mewakili DKI Jakarta.

Anak binaan panti tersebut didapuk untuk menjadi atlet renang mewakili DKI Jakarta dalam Kejuaraan Renang Disabilitas untuk menyemarakkan Test Event Paragames 2018.

"Kami ucapkan selamat kepada anak-anak serta apresiasi yang setinggi-tingginya karena berhasil membawa medali mewakili DKI Jakarta," ujar Kepala Panti Sosial Bina Netra Rungu Wicara Cahaya Bathin Mukhlisin dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin (2/7/2018).

Para atlet yang juara antara lain Fajar Tri Hadi untuk kategori 100 meter gaya dada dan Firstania Kayla Amir untuk kategori 400 meter gaya bebas. Keduanya juga berhasil menyabet medali emas.

Fajar dan Kayla juga menyabet medali perak di kategori lainnya. Fajar mendapat perak di kategori 100 meter gaya bebas sedangkan Kayla di kategori 100 meter gaya bebas.

Fajar juga berhasil mendapatkan perunggu di kategori 400 meter gaya bebas.

Mukhlisin melanjutkan mengikutsertakan anak binaannya dalam kejuaraan renang disabilitas ini dilakukan agar potensi mereka di olahraga renang dapat tersalurkan. Langkah ini diyakini dapat menambah kepercayaan diri mereka.

Anak-anak disabilitas ini difasilitasi oleh panti untuk latihan renang secara rutin. Pihak panti sengaja mempersiapkan anak-anak binaannya untuk mengikuti kejuaraan renang untuk disabilitas.

"Latihan olahraga renang pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan latihan renang orang pada umumnya. Yang membedakan hanya saja pelatih dan pendamping harus mengarahkan anak disabilitas agar lebih berhati-hati karena keterbatasan penglihatan," terangnya.

 

Tag : Asian Games 2018
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top