Jelang Asian Games, Gulat Berlatih di Bulgaria

Atlet pelatnas gulat Asian Games 2018 dijadwalkan mengikuti training camp di Bulgaria pada 21 April 2018.
Newswire | 16 April 2018 23:15 WIB
Ilustrasi pertandingan gulat. - Antara/Yusran Uccang

Bisnis.com, SAMARINDA - Atlet pelatnas gulat Asian Games 2018 dijadwalkan mengikuti training camp di Bulgaria pada 21 April 2018.

Pelatih gulat nasional Buyamin mengatakan pemusatan latihan di salah satu negara Eropa Timur tersebut dalam rangka mengasah kemampuan taktik dan strategi bertanding, setelah sekian lama para atlet tersebut menjalani latihan di Bandung, Jawa Barat.

"Kami akan TC di Bulgaria selama 2 bulan, artinya pada Ramadhan dan Lebaran kami tidak ada di Indonesia tetapi di Bulgaria," jelas Buyamin di Samarinda, Kalimantan Timur, pada Senin (16/4/2018).

Berkaitan lamanya TC di luar negeri, Pengurus Besar Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PB PGSI) memberikan jatah libur kepada atlet pelatnas untuk pulang ke daerah asal masing- masing.

"Para pegulat diberikan waktu untuk rehat sejenak menjenguk keluarga, sebelum menjalani Training Camp (TC) di Bulgaria, 21 April," tuturnya.

Liburan tersebut kata Buyamin juga diberikan kepada 6 pegulat Kaltim yang telah kembali ke Samarinda.

Mereka adalah M. Aliansyah (66 kg), Ashar Ramadhani (98 kg), Papang Ramadhani (130 kg), Eko Roni Saputra (57 kg), Ardiansyah (65 kg) dan Dewi Ulfa (53 kg).

Buyamin mengungkapkan pihaknya memang sengaja memulangkan para atlet sebelum bertolak ke Bulgaria agar bisa berkumpul dengan keluarga sebab setelah ini para pegulat wajib menjalani TC yang jauh dari keluarga, di Eropa Timur.

Pihaknya punya alasan kuat memilih Bulgaria sebagai tempat training camp selama persiapan menuju Asian Games.

Menurut Buyamin, Bulgaria sebagai salah satu kekuatan gulat di dunia. Bahkan bila disetarakan dengan negara di kawasan Asia, Bulgaria lebih baik ketimbang Iran, Uzbekistan, maupun Kazakhstan.

Berdasarkan kejuaraan dunia gulat terakhir, atlet Bulgaria berjaya atas Asia. Buyamin mengatakan salah satu pegulat Bulgaria, Nikola, meraih medali emas setelah berhasil menang telak atas pegulat Jepang.

Uniknya, Nikola pernah menjalani latihan di Samarinda selama beberapa bulan bersama pegulat Kaltim jelang PON 2016.

"Untuk menghadapi lawan-lawan di Asian Games, kami memilih training camp ke Eropa Timur, Bulgaria. Pegulat Eropa Timur lebih baik daripada Asia. Kali TC di Asia agak sulit untuk menimba ilmu, karena mereka agak tertutup dan menyimpan kekuatan untuk Asian Games. Sedangkan Bulgaria sangat terbuka dengan kami," ungkap Buyamin.

Dia berharap para pegulat nasional ba belajar banyak dari pegulat Bulgaria. Setidaknya di Asian Games nanti, pegulat Indonesia bisa meraih medali di nomor-nomor yang bukan nomor unggulan negara-negara kuat Asia.

"Saat kejuaraan dunia Ada kelas-kelas tertentu yang bisa dikuasi oleh pegulat Eropa. Jadi kami coba mencari pengalaman di sana, sekaligus belajar nomor-nomor mana saja di Asian Games yang kita masih berpeluang di medali," ucapnya.

Meskipun diberi jatah libur, pegulat Kaltim justru tetap berlatih tiap sore di gedung gulat. Latihan dipimpin langsung oleh Buyamin. Dia mengaku selama ini berlatih memperkuat daya tahan para atlet sebelum bertolak ke Bulgaria.

"Atlet kami tetap latihan. Di sini yang saya kejar adalah daya tahan karena selama di Pelatnas itu daya tahan susah. Tidak ada trek lari di GOR Icuk Sugiarto, hanya daya tahan matras. Kemarin kami ada 2 pekan waktu kami tercuri, ada kegiatan PB PGSI seperti urusan administrasi, dan lain-lain. Jadi, sekarang waktu yang kami kejar," lanjut Buyamin.

Sumber : Antara

Tag : Gulat, Asian Games 2018
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top