CHINA MASTERS 2018: Gusur China, Ronald Alexander/Annisa Saufika Ke Final

Pasangan ganda campuran Ronald Alexander/Annisa Saufika berhasil bangkit dari kekalahan untuk memastikan tiket final turnamen bulu tangkis China Masters 2018 menjadi milik mereka.
Martin Sihombing | 14 April 2018 21:42 WIB
Ronald Alexander/Annisa Saufika - PBSI

Bisnis.com, JAKARTA - Pasangan ganda campuran Ronald Alexander/Annisa Saufika berhasil bangkit dari kekalahan untuk memastikan tiket final turnamen bulu tangkis China Masters 2018 menjadi milik mereka.

Ronald/Annisa sukses melakukan "come back" tersebut atas lawannya di semifinal, Ou Xuanyi/Chen Lu (China) dalam pertarungan tiga gim berdurasi 52 menit 14-21, 21-19, 21-19.

Bermain di Lingshui, Hainan, China, Sabtu (14/4/2018) --berdasarkan laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF)-- Ronald/Annisa tertinggal di awal gim pertama 1-5 dari Ou/Chen. Terus didikte oleh duet China, Ronald/Annisa mampu memperkecil ketertinggalan dari 8-16 menjadi 12-16.

Akan tetapi, hal tersebut tak bisa mencegah Ou/Chen yang mendapat dukungan penuh penonton yang hadir di arena, untuk mendapatkan kemenangan di gim pertama.

Tak mau menyerah begitu saja, Ronald/Annisa yang didapuk sebagai unggulan satu turnamen tersebut, berusaha mengimbangi permainan Ou/Chen di gim kedua.

Hasilnya, permainan ketat dengan skor tipis tersaji sejak awal gim kedua yang diwarnai oleh kedua pasangan yang silih berganti memimpin.

Setelah pasangan China berhasil menyeimbangkan kedudukan 19-19, dewi fortuna menaungi Ronald/Annisa yang kemudian mampu mencetak dua poin tanpa balas untuk memaksakan dilangsungkannya gim ketiga sebagai penentu pemenang pertarungan ini.

Kemenangan di gim kedua, tak membuat pasangan Indonesia menjalani gim pamungkas dengan mudah. Malah sebaliknya, duet Ou/Chen yang mampu memimpin jalannya pertandingan di gim pamungkas dengan keungulan 3-0, 4-2 dan 6-3 di awal laga.

Ronald/Annisa berusaha mengejar dan ketika kembali tertinggal 7-3, pasangan Indonesia ini mampu menyamakan kedudukan 7-7 walau kembali tertinggal satu angka di belakang duet China.

Permainan ketat dengan silih berganti memimpin poin-pun tak dapat terelakan kembali terjadi. Saat kedudukan kembali imbang 18-18, Ronald/Annisa mampu menciptakan "match poin" dengan mencetak dua angka beruntun.

Satu angka balasan yang dicetak Ou/Chen untuk memperkecil ketertinggalan sempat membuka kembali harapan duet China untuk merebut tiket final. Namun, pasangan Indonesia berhasil mempertahankan momentum dan mengunci tiket partai puncak dengan kemenangan tipis di gim pamungkas ini.

Dengan kemenangan ini, Indonesia berkesempatan mencuri satu gelar turnamen berlevel Super 100 tersebut jika mampu melewati tantangan terakhir yang akan datang di antara dua pasangan China, Guo Xinwa/Liu Xuanxuan dan Di Zijian/Yijing Li, yang akan saling mengalahkan di empat besar.

Tag : ssia
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top