F1: Vettel Berburu Sejarah di Sirkuit Sakhir di Bahrain

Sebastian Vettel akan membuat balapan Formula Satu ke-200 pada Minggu (8/4/2018) di Bahrain, sebuah tonggak sejarah pebalap Ferrari itu yang mengira dia sudah merayakannya dan sangat senang untuk mengulangi jika hasilnya sama.
Newswire | 07 April 2018 00:47 WIB
Sebastian Vettel mencium trofi sesaat setelah menjuarai F1 GP Australia 2018 di Melbourne pada Minggu (25/3/2018). - Reuters/Brandon Malone

Bisnis.com, JAKARTA – Sebastian Vettel akan membuat balapan Formula Satu ke-200 pada Minggu (8/4/2018) di Bahrain, sebuah tonggak sejarah pebalap Ferrari itu yang mengira dia sudah merayakannya dan sangat senang untuk mengulangi jika hasilnya sama.

"Saya pikir saya sudah balapan ke-200 di Australia [2 pekan lalu] seperti yang dikatakan seseorang. Jadi, mungkin saya memiliki dua kali 200. Jika kita memiliki hasil yang sama juga, maka saya menantikannya," kata pebalap Jerman itu kepada wartawan di Manama, Bahrain, pada Jumat (6/4/2018).

Pembuka musim di Melbourne adalah balapan ke-200 yang telah dijalani Vettel, tetapi sebenarnya balapan pada Minggu di Sakhir akan menjadi yang ke-200 kali bagi sang juara dunia empat kali itu sejak memulai debutnya pada 2007.

Vettel menang di Albert Park, merebut kemenangan dari rival Mercedes, Lewis Hamilton, berkat keuntungan waktu virtual dari keamanan mobilnya sebagaimana diakui sendiri oleh Vettel.

Dengan pebalap Mercedes Hamilton memiliki keunggulan kecepatan yang nyata atas Ferrari di Australia, Vettel mungkin membutuhkan keberuntungan lain pada hari Minggu.

"Kami memiliki cukup banyak orang pintar untuk mengetahui bahwa kami belum cukup cepat. Itu juga tanpa harus dipikirkan ... Mercedes pada tahap ini lebih cepat," kata pebalap Mercedes-Benz Jerman itu dengan keunggulan antara tiga dan empat persepuluh detik.

Pebalap berusia 30-tahun itu menang di Bahrain tahun lalu, ketika Ferrari kembali ke performa primanya untuk merebut juara untuk pertama kalinya sejak 2012.

Vettel mengatakan Ferrari menunjukkan di Australia dan kemenangan oportunistik hanya semakin memicu semangat di Maranello, bahkan jika ada pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengejar Mercedes.

"Kami sangat termotivasi untuk membalikkan halaman dan melakukan langkah terakhir [memenangi kejuaraan]. Saya sudah berkali-kali mengatakan itu adalah langkah tersulit untuk diambil, tapi kami siap meraihnya," kata Vettel, yang berpotensi menjadi pebalap pertama sejak Michael Schumacher pada 2004 yang membuka musim dengan kemenangan beruntun untuk Ferrari.

Sumber : Antara/Reuters

Tag : f1
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top