Raih Perak di Belanda, Srunita Berpeluang Masuk Tim Asian Games

Raih Perak di Belanda, Srunita Berpeluang Masuk Tim Asian Games
Newswire | 20 Maret 2018 19:12 WIB
Karateka putri Indonesia, Srunita Sari (kanan) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Karateka putri Indonesia, Srunita Sari Sukatendel, meraih medali perak pada kejuaraan internasional "World Karete 1-Premiere League 2018" di Rotterdam, Belanda.

"Terima kasih atas doanya," kata dia melalui pesan singkat, Selasa, 20 Maret 2018. Turnamen yang diikutinya berlangsung pada 16-18 Maret.

Menurut Srunita, hasil tersebut sudah cukup maksimal sekaligus kembali menjaga peluang atlet yang lahir pada 28 Agustus 1992 itu bisa berlaga di Olimpiade 2020 di Tokyo.

Sebab, Srunita sempat absen di dua pelaksanaan Karate 1-Premiere League sebelumnya, yakni di Prancis dan Uni Emirat Arab.

"Kemarin sudah sempat ranking tujuh dunia. Tapi, dua kali saya absen di seri Premiere League. Baru kali ini saya ikut. Mungkin seminggu lagi hasilnya bisa dilihat untuk ranking berapa saya sekarang," katanya.

Karateka yang juga turut menyumbangkan emas bagi Sumut di PON 2016 itu juga mengucap terima kasih kepada KONI dan Forki Sumut, yang telah mendukung dirinya selama berada di Rotterdam.

"Terima kasih kepada orang-orang yang telah mendukung dan mensupport kami selama Belanda. Terima kasih banyak kepada Ketua KONI Sumut yang sudah perduli sama Sari. Mendukung Sari sepenuhnya hingga Sari bisa bermain di Rotterdam," katanya.

Usai berlaga di Rotterdam, Srunita harus mengikuti rangkaian World Karate 1-Premiere League yang menjadi kalender tetap World Karate Federation.

Dalam waktu dekat, Srunita akan mengikuti Premiere League di Rabat, Maroko pada 6-8 April mendatang, kemudian berlanjut di Istanbul (Turki), Berlin (Jerman) 14-16 September, dan berakhir di Tokyo pada 14-16 Oktober 2018.

Srunita saat ini tak masuk dalam pemusatan latihan Asian Games, karena mengundurkan diri. Namun, ia berpeluang kembali masuk karena sudah diberi isyarat boleh mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas) tahap II. "Ini diberi kesempatan ikut seleksi tahap kedua. Kalau Tuhan memberkatkan kami ikut seleksi, ya pastinya mau ikut seleksi. Namanya mimpi saya ingin berlaga sampai Asian Games," kata dia.

Atlet berusia 25 tahun ini, bisa tampil di Asian Games adalah salah satu cita-citanya sejak kecil. Karena itu ketika PB FORKI memberikan kesempatan mengikuti seleknas tahap II ia langsung tanpa pikir panjang memutuskan akan mengikutinya.

Srunita menegaskan, sejak awal ia dan tiga rekannya tidak ada maksud untuk ke luar dari pelatnas, mereka hanya ingin segala keluhan dan masukan dari atlet juga didengar oleh pengurus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Asian Games 2018

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top