JERMAN TERBUKA 2018, Fajar Alfian: Mengapa Servis itu baru Di-fault di Final

Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto gagal menjurai Jerman Terbuka 2018. Kalah di final karena servis banyak dinyatakan salah oleh hakim pertandingan, Fajar mempertanyakan alasan servisnya dinyatakan di-fault di partai final, padahal dalam laga putaran pertama servis itu tidak dipermasalahkan oleh hakim pertandingan.
Sutarno | 12 Maret 2018 06:45 WIB
Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto - Badminton Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA—Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto gagal menjurai Jerman Terbuka 2018. Kalah di final karena servis banyak dinyatakan salah oleh hakim pertandingan, Fajar mempertanyakan alasan servisnya dinyatakan di-fault di partai final, padahal dalam  laga putaran pertama  servis  itu tidak dipermasalahkan oleh hakim pertandingan.

"Sejak putaran pertama, servis saya baru sekali dibilang fault. Kalau dari awal kan saya jadi bisa belajar, tapi di fault nya di final begini mana bisa belajar di pertandingan final?” tuturnya seperti dikutip Antara hari ini Senin (12/3/2018).

Meskipun demikian, Fajar/Rian juga mengakui kalau lawan bermainnya hari ini, lebih baik dengan jarang membuat kesalahan-kesalahan sendiri.

Rian (panggilan akrab Muhammad Rian Ardianto) menuturkan dirinya  dan Fajar bermain terburu-buru ingin mematikan lawan, soal servis yang mempengaruhi konsentrasi Fajar juga membuat pola permainan mereka tak dapat berjalan sehingga membuat kesalahan-kesalahan sendiri.

Meskipun demikian, secara Fajar mengaku puas dengan penampilannya bersama Rian. "Kami tidak puas banget sama hasil di turnamen ini, terutama penampilan kami di final, intinya karena servis," tutur Fajar.

Setelah Jerman Terbuka, Fajar/Rian akan melanjutkan perjuangan di turnamen berlevel BWF World Tour Super 300 ini, dalam turnamen selanjutnya di All England 2018 yang akan dilangsungkan pekan ini di Birmingham, Inggris.

Ganda putra Fajar/ Rian gagal meraih gelar di turnamen bulu tangkis Jerman Terbuka 2018 setelah dikalahkan Takuto Inoue/Yuki Kaneko (Jepang) 16-21, 18-21 dalam final yang berlangsung di Innogy Sportshalle Minggu malam (11/3/2018) waktu setempat.

Berikut cuplikan laga Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melawan ganda putra Jepang Takuto Inoue/Yuki Kaneko yang diposting BandmintonWorld.tv youtube.

Berdasarkan data PBSI yang diterima Antara di Jakarta pada Senin dinihari, ini merupakan kekalahan keempat Fajar/Rian dari pasangan Jepang tersebut. Fajar/Rian yang grafik penampilannya sedang menanjak usai menjuarai Malaysia Masters 2018, sebetulnya telah membuka peluang untuk kembali memetik gelar di turnamen ini.

Di gim pertama mereka sudah memimpin perolehan skor hingga 10-7, namun servis Fajar dinyatakan fault oleh hakim servis sebanyak empat kali. Hal ini langsung mempengaruhi permainan Fajar/Rian yang merupakan unggulan ketujuh ini.

Fajar/Rian akhirnya tak dapat menguasai keadaan dan tak dapat mengatasi perlawanan Inoue/Kaneko, bahkan gagal mengembalikan bola-bola yang terlalu sulit.

Di gim kedua, Fajar/Rian mencoba bangkit dan unggul jauh 11-6 di jeda interval. Namun servis Fajar lagi-lagi disalahkan oleh hakim servis yang akhirnya kembali mempengaruhi permainan pasangan Indonesia ini. Servis Fajar dinyatakan salah sebanyak lima kali di pertandingan ini.

"Dari pertama sudah enak banget mainnya, tetapi karena servis saya dinyatakan fault, konsentrasi saya jadi buyar. Saya jadi memikirkan bagaimana supaya servisnya tidak di-fault. Di gim kedua juga sudah memimpin jauh, tapi waktu di-fault lagi, ini pengaruhnya besar buat saya," ucap Fajar.

Sumber : Antara

Tag : badminton
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top