Empat Masalah Jadi Sorotan dalam Pelaksanaan Asian Games

Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali melaksanakan rapat koordinasi evaluasi pelaksanaan uji coba Asian Games 2018. Dalam acara tersebut empat masalah menjadi sorotan dalam kelancaran pelaksanaan ajang olah raga terbesar di Asia tersebut.
Lingga Sukatma Wiangga | 19 Februari 2018 11:18 WIB
Wakil Presiden yang juga ketua Dewan Pengarah INASGOC 2018 Jusuf Kalla (kedua kanan) yang didampingi Ketua Pelaksana Asian Games 2018 Erick Thohir (kanan), CdM kontingen Indonesia di Asian Games 2018 Komjen Pol Syafruddin (kiri) dan Sesmenpora Gatot S Dewa Broto (kedua kiri) berbincang dengan seorang operator saat meninjau ruang pengendali operasi utama (MOC) Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) di Jakarta. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA—Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali melaksanakan rapat koordinasi evaluasi pelaksanaan uji coba Asian Games 2018. Dalam acara tersebut empat masalah menjadi sorotan dalam kelancaran pelaksanaan ajang olah raga terbesar di Asia tersebut.

Ketua Pelaksana Asian Games 2018 Erick Thohir mengatakan empat masalah yang segera dievaluasi tersebut adalah transportasi, koneksi jaringan data, koordinasi internal dan koordinasi eksternal. 

Sebelumnya, uji coba Asian Games yang disebut 2018 Asian Games Invitation Tournament digelar pada 8-15 Februari di Jakarta. Acara tersebut mempertandingkan delapan cabang olah raga dengna 100 nomor pertandingan dan 886 atlet.

"Soal transportasi kami sudah memiliki alternatif solusi yakni penggunaan bahu jalan dan jalur Transjakarta. Bahkan pilihan meliburkan sekolah dan serta mengatur jam kantor juga menjadi pilihan," ujar Erick, Senin (19/2).

Menurutnya, koneksi jaringan data perlu ditemukan solusi cepat karenabketidakstabilan yang terjadi mengganggu proses pemasukan data ke sistem, akreditasi dan sistem menajemen pertandingan olah raga.

Adapun dalam koordinasi internal diperlukan terobosan agar sinergi antar pihak terkait bisa berjalan lebih lancar. Dalam hal koordinasi eksternal menurutnya harus lebih diintensifkan pertemuan dengan kementerian dan lembaga pemerintah terkait sehingga menghasilkan keputusan yang bisa langsung diterapkan.

"Ambil contoh, dengan Kemenpupera perlu pembenahan di beberapa competition venue di kawasan Gelora Bung Karno, lalu dengan Bea Cukai serta kepolisian terkait kelancaran masuknya peralatan pertandingan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Asian Games 2018

Editor : Andhika Anggoro Wening
Top