Justine Dufour-Lapointe, Sosok Bintang Ski Gaya Bebas di Olimpiade Pyeongchang

Justine Dufour-Lapointe menjadi bintang cabang ski gaya bebas (freestyle skiing) yang dipertandingkan dalam Olimpiade Musim Dingin tahun ini di Pyeongchang, Korea Selatan.
Renat Sofie Andriani | 13 Februari 2018 10:03 WIB

Kabar24.com, JAKARTA – Justine Dufour-Lapointe menjadi bintang cabang ski gaya bebas (freestyle skiing) yang dipertandingkan dalam Olimpiade Musim Dingin tahun ini di Pyeongchang, Korea Selatan.

Meski kalah dari atlet asal Prancis Perrine Lafont yang berhasil menyabet emas pada Minggu (12/2) waktu setempat, Justine justru bangga atas upayanya dengan pencapaian yang 'hanya' menghasilkan medali perak.

“Saya merasa telah memberikan semua yang saya bisa. Saya memberikan hati, gairah, dan semangat untuk saya olahraga ini. Medali perak ini jauh lebih berarti daripada itu, ini adalah emas bagi saya,” tuturnya dengan emosional, seperti dikutip Sportsnet.

Pada tahun 2014 di Olimpiade Sochi, Justine, yang masih berusia 19 tahun, berhasil memenangkan medali emas pertamanya di Kanada dari freestyle skiing. Kakaknya yang juga atlet ski, Chloe, memenangkan medali perak, sedangkan kakak tertuanya, Maxime, tidak ambil bagian dalam pertandingan itu.

“Saya lebih bangga meraih medali ini dibandingkan dengan emas di Sochi, karena saya bekerja lebih keras untuk mendapatkannya. Ini adalah tahun yang paling sulit dalam hidup saya, jadi tidak, saya tidak ingin kecewa,” ujarnya.

Dilansir Business Insider, gadis cantik kelahiran kelahiran 25 Maret 1994 ini dikenal sebagai yang termuda dari kakak beradik bintang ski gaya bebas asal Kanada.

Dia memutuskan ingin menjadi seorang atlet Olimpiade pada usia 15 tahun saat dia melihat kakaknya, Chloe bertanding di Olimpiade Musim Dingin 2010 di Vancouver. Karir profesional Justine dimulai di musim 2010-2011.

Kepada situs tim Olimpiade Kanada Justine mengungkapkan arti dukungan yang diberikan kedua kakaknya.

“Kakak-kakak perempuan saya memberi dukungan, mereka membantu saya. Saya pun membantu mereka jika memiliki masalah. Kami lebih kuat bersama daripada berpisah. Jenis sistem dukungan inilah yang membantu kami semua, dalam olahraga maupun kehidupan,” tutur Justine.

Ketika Justine berhasil menyabet medali emas di Olimpiade Sochi 2014, ia menggenggam tangan kakaknya dengan penuh haru ketika berdiri di atas podium untuk menerima medali.

Saat itu merupakan pertama kalinya bagi kakak beradik tersebut berdiri bersama di podium untuk menerima penghargaan di pertandingan Olimpiade.

Dengan kemenangannya di Olimpiade Sochi, ia menjadi juara Olimpiade gaya bebas termuda di usia 19 tahun. Pada 2013, Justine memenangkan medali perunggu dalam debut kejuaraan dunia.

Kemudian pada 2015, ia menerima medali emas kejuaraan dunia dan memenangkan medali perak di suatu kejuaraan non-Olimpiade. Dia meraih medali perunggu kejuaraan dunia lainnya pada 2017.

Tag : olimpiade, musim dingin
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top