Pebalap Indonesia Gagal Pertahankan Juara Umum Suzuki Asian Challenge 2017

Team Suzuki Indonesia terdiri dari Ahmad Saugi (#11), Nur Al Fath (#27) dan Chepy Armansyah (#76), gagal mempertahankan gelar juara umum Suzuki Asian Challenge 2017 setelah selesainya putaran ke-5 di Chang International Circuit, Buriram, Thailand pada 2-3 Desember 2017.
Yusran Yunus | 04 Desember 2017 14:46 WIB
Suasana berlangsungnya Suzuki Asian Challenge 2017 putaran ke-5 di Chang International Circuit, Buriram, Thailand pada 2-3 Desember 2017 - ist

Bisnis.com, JAKARTA - Team Suzuki Indonesia terdiri dari Ahmad Saugi (#11), Nur Al Fath (#27) dan Chepy Armansyah (#76), gagal mempertahankan gelar juara umum Suzuki Asian Challenge 2017 setelah selesainya putaran ke-5 di Chang International Circuit, Buriram, Thailand pada 2-3 Desember 2017.

Juara umum untuk Suzuki Asian Challenge 2017 diraih oleh pebalap asal Thailand, Punchana K yang meraih poin tertinggi. Team Suzuki Indonesia menempati posisi kelasemen yang dianggap cukup aman untuk tahun ini. Posisi klasemen ke-4 masih dipegang oleh Ahmad Saugi (118 poin), kemudian diikuti Nur Al Fath di posisi ke-5 (113 poin) dan Chepy Armansyah di posisi ke-7 (91 poin).

Pada dua tahun berturut-turut, Suzuki Challenge 2015 dan Suzuki Challenge 2016, team Suzuki Indonesia keluar sebagai juara umum.

Dalam putaran ke-5 ini, Ahmad Saugi, Nur Al Fath  dan Chepy Armansyah, sudah semakin matang dan sportif dalam menyusun strategi, serta lebih kompetitif saat memacu Suzuki GSX-R150.

Chepy Armansyah tampil cukup mengesankan saat menyelesaikan race 1, ditunjang dari pemilihan gear set yang tepat membuat Chepy lebih percaya diri. Tekadnya untuk meraih podium terus ditunjukkan dengan keberanian bertarung di barisan depan. Namun perlawanan dari pebalap negara lain sempat menahan laju Chepy sehingga Chepy hanya dapat menyelesaikan balap di posisi ke-5.

Memperbaiki posisi Team Suzuki Indonesia, pebalap termuda Nur Al Fath tampil penuh obsesi di sesi race 2. Al Fath yang telah mempelajari kondisi balapan akhir pekan itu menyadari beberapa peluang yang bisa ia manfaatkan.

Setelah mengikuti ritme pebalap di depannya, Al Fath sempat berhasil memimpin di depan, sebelum akhirnya ia sempat tersenggol oleh pebalap lain dan harus melakukan pertahanan agar tidak terjatuh di tikungan terakhir. Alhasil podium ke-3 mampu diraih oleh Al Fath dengan posisi tidak terpaut jauh dengan dua pebalap di depannya.

Nur Al Fath mengaku senang bisa meraih podium di seri terakhir ini. "Ini sangat berarti dan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang sudah mendukung saya. Dan terima kasih juga kepada Suzuki Indonesia dan Suzuki Asian Challenge karena saya bisa balapan di Asia tahun ini," ujarnya.

Marketing 2W PT.Suzuki Indomobil Sales, Robert Satrio mengatakan balap tahun ini tergolong tidak semudah dibandingkan dengan balap tahun-tahun sebelumnya.

Dia menyebutkan banyak adaptasi yang perlu dilakukan seperti pengajaran ilmu kepada pebalap baru, latihan keras menggunakan motor baru, serta menciptakan pertahanan ekstra dari aksi pebalap-pebalap negara lain.

"Kami mengapresiasi seluruh kerja keras tim, pebalap dan mekanik yang sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan balapan yang menarik dan menghasilkan poin-poin kemenangan," ujarnya.

Tag : Motor Suzuki
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top