Ferrari Ancam Tinggalkan F1, Presiden FIA: Saya Tidak Ingin Lihat Mereka Pergi

Ferrari Ancam Tinggalkan F1, Presiden FIA: Saya Tidak Ingin Lihat Mereka Pergi
Newswire | 28 November 2017 18:08 WIB
Pebalap F1 Ferrari Sebastian Vettel beraksi di GP Australia - Reuters/Jason Reed

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden International Automobile Federation (FIA) Jean Todt menyebut Ferrari akan rugi sendiri bila mewujudkan ancamannya untuk meninggalkan Formula 1 (F1). Keikutsertaan di F1 sejauh ini telah menjadi salah satu ciri unik Ferrari sebagai pabrikan mobil.

“Saya tidak ingin melihat Ferrari pergi, tapi saya tidak yakin akan menjadi hal yang baik jika mereka meninggalkan F1,” ujar Todt, yang juga mantan bos Ferrari, di Grand Prix Abu Dhabi.

Sebelumnya, pada bulan lalu, Sergio Marchionne, bos pabrikan mobil sport tersebut, memperingatkan bahwa tim Ferrari bisa pergi dari F1, jika pemilik barunya mengambil arah yang bertentangan dengan kepentingan mereka.

Peringatan Marchionne muncul ketika pemegang saham FIA dan pemilik hak komersil, Liberty Media, mengumumkan mengenai rencana mesin yang lebih murah dan bising. Selain itu Liberty Media akan membuka sejumlah detail untuk F1, termasuk rencana pembatasan anggaran, struktur organisasi baru, dan perombakan sistem sport dan komersil untuk menyamaratakan taraf permainan.

Todt menilai, Ferrari perlu berpikir lagi sebelum mewujudkan ancamannya. Keikutsertaan mereka Formula 1 sejauh ini menjadi ciri khas pabrikan itu. "Ferrari adalah merek yang unik, mengkombinasikan antara mobil balap dan jalanan. Jadi saya pikir akan menyakitkan bagi Ferrari untuk tidak berada di F1,” ujar pria Perancis tersebut.

Ferrari terikat kontrak perjanjian bilateral dengan F1 untuk terus berlaga hingga 2020. Mereka menerima pembayaran khusus untuk status historis dan juga memiliki beberapa hak veto di bawah kontrak mereka saat ini.

Sumber : Tempo.co

Tag : f1, ferrari
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top