Tour de Singkarak: Imam Arifin Juara Etape Lagi

Imam Arifin meraih kemenangan kedua pada balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2017 setelah menjadi yang tercepat pada etape tujuh.
M. Syahran W. Lubis | 24 November 2017 23:48 WIB
Tour de Singkarak - Antara/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, PADANG PANJANG - Imam Arifin meraih kemenangan kedua pada balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2017 setelah menjadi yang tercepat pada etape tujuh dari Lembah Harau Lima Puluh Kota dan finis di Padang Panjang, Sumatra Barat, Jumat (24/11/2017).

Pebalap dari KFC Cycling Team Indonesia ini sebelumnya juga menjadi yang terbaik pada etape enam yang finis di Pasaman Barat, Kamis (23/11/2017). Bagi KFC, ini adalah kemenangan yang ketiga setelah pebalap lainnya, Jamal Hibatulloh, menjuarai etape empat.

Kemenangan pebalap dengan nomor start 25 ini dinilai cukup dramatis karena hanya menang tipis dengan pebalap yang berada diposisi dua yaitu Robert Muller dari Embrace The World Cycling Team. Bahkan pebalap asal Jerman ini sempat mengangkat tangan tanda kemenangan.

Namun, Imam yang berada di belakangnya mampu mengambil posisi terdepan di depan masyarakat Padang Panjang yang setia menunggu meski lokasi sempat diguyur hujan yang cukup lebat. Jelas kemenangan ini membawa kebanggaan sendiri bagi pemenang.

"Saya tidak menyangka bisa meraih kemenangan disini. Rute ini sebenarnya cukup berat buat saya. Namun, kondisi di lintasan berbeda," kata pebalap yang mempunyai nama lengkap Muhammad Imam Arifin itu.

Untuk menempuh jarak 112 km dari Lembah Harau menuju Padang Panjang, Imam Arifin membutuhkan catatan waktu 02:56:34. Robert Muller yang kecolongan finis diurutan kedua dan posisi tiga direbut Matej Drinovec dari Team Procyclingstats.com dengan catatan waktu yang sama.

Menurut Imam, hasil yang diraih merupakan hasil kerja keras dirinya bersama dengan tim, apalagi dirinya mulai melepaskan diri dengan pebalap lain sejak awal balapan. Imam mengaku ada lima pebalap yang sukses melepaskan diri dan terus bertahan hingga finis.

"Tanjakan sebenarnya cukup panjang. Tapi saya gak tahu kenapa terus menekan. Bersaing dengan lima orang didepan memang menjadi motivasi saya untuk terus berada didepan," kata pebalap murah senyum itu.

Jika Imam merasa senang dengan kemenangan yang diraih, kondisi berbeda dikatakan oleh Robert Muller. Pebalap yang sudah menjuarai dua etape TdS 2017 itu mengaku tidak menyangka jika di sampingnya ada Imam yang selanjutnya mampu mencuri kemenangan yang sudah didepan mata.

"Terus terang saya tidak menyangka jika ada pebalap di samping saya," katanya usai perlombaan.

Meski gagal menjuarai etape tujuh, Muller tetap harus bangga karena masih mampu mempertahankan posisi sebagai raja sprint (green jersey) hingga etape tujuh setelah mengumpulkan 72 poin. Sedangkan untuk raja tanjakan (polkadot jersey) tetap dipegang Khalil Khorshid dari Tabriz Shahrdary Team dengan 77 poin.

Sementara itu, untuk pembalap Indonesia terbaik (red white jersey) tetap dipegang oleh Jamal Hibatulloh dari KFC Cycling Team Indonesia dan pemegang pemuncak klasemen (yellow jersey) tetap dipegang oleh Daniel Whitehouse dari CCN Cycling Team Laos.

Tag : tour de singkarak
Editor : M. Syahran W. Lubis
Top