Balapan F1 Terancam Bangkrut, Ini Penyebabnya

Balapan F1 Terancam Bangkrut, Ini Penyebabnya
Newswire | 23 November 2017 15:42 WIB
Balapan F1 Terancam Bangkrut - JIBI/Arif Budisusilo

Bisnis.com, JAKARTA - Ajang balap jet darat F1 dikhawatirkan akan bangkrut dalam beberapa tahun ke depan. Hal tersebut diindikasikan dengan penurunan laba F1 dalam setahun terakhir.

Sejak kepemilikan mayoritas Formula One Group dibeli Liberty Media dari tangan Bernie Ecclestone setahun lalu dengan nilai US$ 4,4 miliar atau sekitar Rp 59 triliun belum ada peningkatan laba, yang muncul justru penurunan.

Penurunan itu, misalnya, terjadi pada pembagian keuntungan tahun ini. Pemilik F1 hanya akan membagikan keuntungan US$ 273 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun untuk semua peserta yang berjumlah 10 tim. Jumlah itu merosot US$ 43 juta dibanding pembagian keuntungan 2016, yang mencapai US$ 316 juta atau sekitar Rp 4,2 triliun.

Dalam sebuah kesempatan di GP Brasil dua pekan lalu, mantan pembalap F1, yang kini menjadi salah satu pemegang saham di tim Mercedes, Niki Lauda, mengatakan,

“Isu utama untuk F1 saat ini bukanlah soal perubahan mesin di balap musim 2021 yang membuat Ferrari sangat kecewa, bahkan ingin mundur dari F1. Namun ada hal lain yang lebih besar. Mulai tahun ini hingga 2021, pembiayaan F1 diperkirakan akan meningkat US$ 82,9 juta. Padahal saat ini pendapatan sedang seret dan keuntungan menurun."

"Kita belum tahu harus berbuat apa. Pastinya, harus ada ide-ide baru yang berportensi mendatangkan sumber pemasukan baru. Namun hingga detik ini inovasi itu belum muncul," ujarnya.

Kendali F1 saat ini berada di tangan Liberty Media. Jika pemilik baru itu tidak mampu melakukan inovasi seperti yang dimaui Lauda dan para pelaku balap F1 lain untuk meningkatkan pendapatan, bersiaplah melihat balap jet darat ini bangkrut.

Sumber : Tempo.co

Tag : f1
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top