PIALA SUDIRMAN 2017: Peluang Tim Bulutangkis Indonesia Lolos Grup Kecil

Indonesia masih berpeluang lolos fase grup walau sangat kecil, setelah secara mengejutkan tumbang 1-4 dari India pada pertandingan perdana turnamen bulu tangkis Piala Sudirman 2017, Selasa (23/5/2017) malam.
Martin Sihombing | 24 Mei 2017 02:15 WIB
Manajer Tim Piala Sudirman Susi Susanti berpose disela-sela latihan untuk Piala Sudirman 2017 di Carrara Sport and Leisure Centre, Queensland, Australia, Minggu (21/5). - Antara/Rosa Panggabean

Bisnis.com, GOLD COAST,  Australia -  Indonesia masih berpeluang lolos fase grup walau sangat kecil, setelah secara mengejutkan tumbang 1-4 dari India pada pertandingan perdana turnamen bulu tangkis Piala Sudirman 2017, Selasa (23/5/2017) malam.

Untuk bisa mempertahankan asa menembus putaran perempat final kejuaraan beregu campuran yang digelar di Carrara Sport and Leisure Centre, Gold Coast, Australia, Indonesia harus bisa menyapu bersih kemenangan kala menghadapi Denmark dengan skor 5-0.

Namun, jika hanya bisa memenangkan pertandingan dengan skor 4-1, akan membuat Indonesia harus beradu keunggulan jumlah total gim dan jika masih sama harus beradu poin keseluruhan.

Dari hitung-hitungan pertandingan, Indonesia harus menang di setiap pertandingannya dengan dua gim langsung jika hasilnya adalah kemenangan 4-1, pasalnya India menang empat pertandingan ketika melawan Indonesia dengan dua gim langsung.

Sedangkan ketika dikalahkan Denmark 1-4, India hanya dua kali kalah dua gim dan dua lainnya dengan pertandingan rubber (tiga gim).

Susi Susanti yang ditemui setelah pertandingan laga Indonesia versus India, mengatakan memang itu akan menjadi tugas yang berat ketika melawan Denmark yang memiliki kekuatan hampir merata di semua sektor.

"Tapi kan pertandingan belum dimulai, Kami akan berusaha maksimal, berkerja keras untuk besok, bermain lepas, karena semua bisa terjadi tidak ada yang tidak mungkin," kata Susi.

Peta Kekuatan Dari segi kekuatan tim Indonesia dan Denmark, akan terjadi pertandingan sengit di beberapa partai karena kekuatan yang berimbang.

Seperti di ganda putra di mana Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo masih akan menjadi andalan Indonesia kala menghadapi wakil Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen atau Mads Pieler Kolding/Mads Conrad Petersen.

Ataupun di ganda campuran, di mana Indonesia kemungkinan akan menurunkan Praveen Jordan/Debby Susanto jika melihat Tontowi Ahmad/Gloria Emanuelle Wijaya yang tampil di bawah performa mereka ketika menghadapi India.

Sementara di ganda putri di mana Indonesia memiliki pilihan antara menurunkan Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari, atau mengkombinasi Anggia Shitta Awanda, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu.

Di atas kertas, pasangan tersebut akan kesulitan meladeni permainan ganda putri nomor dua dunia Kamilla Ryter Juhl/Christinna Pedersen yang pasti menjadi andalan di nomor tersebut.

Demikian juga di tunggal putra, Indonesia yang memiliki pilihan Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, di atas kertas akan kesulitan menghadapi pemain tunggal putra seperti Viktor Axelsen, Jan O jorgensen, Anders Antonsen dan Hans-Kristian Solberg Vittinghus.

Indonesia hanya memiliki kesempatan menang lebih besar pada nomor tunggal putri, di mana Fitriani yang berperingkat lebih baik dibandingkan andalan Denmark Line Kjaersfeldt.

Akan tetapi, Fitriani dan Line belum pernah bertemu dan jika melihat pertandingannya bersama Pusarla V.

Sindhu dalam turnamen Piala Sudirman 2017 ini, penampilannya cukup mengesankan dengan sanggupnya dia membuat repot pemain India nomor empat dunia itu di gim pertama walau akhirnya menyerah 18-21, 6-21.

Dikatakannya, jika dihitung head-to-head nya memang yang paling unggul sebenarnya tunggal putri dan ada kans untuk memenangkan pertandingan tapi namanya pertandingan, seperti saat lawan India ini apa yang kita prediksi meleset semua.

"Saat bertemu Denmark nanti, di sektor ganda putra dan ganda campuran masih ada peluang," kata pelatih Ganda Putra Herry Iman Pierngadi.

Mengingat beban yang akan sangat berat diemban para pemain Indonesia, Herry menilai ketika main dalam kejuaraan beregu mental bisa mengalahkan teknik.

"Jadi ketika mental tidak kuat, teknik yang dimiliki bisa hilang. Jadi besok kita main lepas saja apapun hasilnya," ujar Herry.

Sumber : ANTARA

Tag : bulutangkis, piala sudirman
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top