KOI, Satlak Prima, & Induk Organisasi Olahraga Bahas Sea Games

KOI, Satlak Prima, dan pengurus besar induk organisasi olahraga sepakat bersatu menghadapi pergelaran Sea Games 2017.
Newswire | 31 Maret 2017 23:12 WIB
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir - Antara/Wahyu Putro

Bisnis.com, JAKARTA - Tiga pemangku kepentingan olahraga Indonesia yaitu Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), dan pengurus besar (PB) induk organisasi olahraga sepakat bersatu menghadapi pergelaran Sea Games 2017 di Malaysia.

Keseriusan mereka menghadapi pesta olahraga 2 tahunan terbesar di Asia Tenggara ini dibuktikan dengan rapat bersama yang digelar di kantor KOI di FX Senayan, Jakarta, pada Jumat (31/3/2017).

Dari pihak KOI, pada pertemuan tersebut dipimpin Wakil Ketua Umum Muddai Madang, dari Satlak Prima dipimpin langsung ketua Achmad Soetjipto, serta 27 orang perwakilan dari PB/PP yang ada di Indonesia.

"Banyak hal yang dibahas dalam pertemuan tadi yang salah satunya adalah persiapan apa saja yang harus dilakukan PB/PP dalam rangka pengajuan entry form by name ke panitia Sea Games 2017 Malaysia," kata koordinator multievent Hellen Sarlita Delima dalam keterangan tertulisnya.

Terkait dengan entry form by name, kata dia, memang menjadi pemantauan sendiri, apalagi pemerintah sudah menetapkan jika atlet yang dikirim ke Sea Games 2017 merupakan atlet yang berpotensi meraih medali. Diperlukan pendataan yang matang sebelum nama-nama atlet dikirim.

Tidak hanya atlet, menurut wanita yang juga anggota komite eksekutif KOI ini, ofisial yang diberangkatkan harus sesuai dengan ketentuan dari pemerintah karena siapa yang diberangkatkan harus memiliki fungsi yang jelas.

"Ketentuan dari pemerintah sudah jelas. Yang diberangkatkan hanya atlet berpotensi medali. Begitu juga dengan ofisial, semuanya harus jelas fungsinya. Apalagi keberangkatannya juga harus mendapatkan persetujuan dari sekretariat negara," kata komite eksekutif KOI itu.

Sumber : Antara

Tag : Sea Games 2017
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top