Datsun Risers Expedition 2 Selesai

Datsun bersama rombongan Risers dan media telah menyelesaikan etape terakhir Datsun Risers Expedition (DRE) 2.Sebanyak 14 mobil Datsun digunakan oleh 12 orang Risers dan jurnalis dari sejumlah daerah di Indonesia mengkeksplorasi keindahan alam dan budaya provinsi Sulawesi Selatan.
Muhammad Khadafi | 23 Maret 2017 19:54 WIB
Rangkaian mobil Datsun yang digunakan dalam Datsun Risers Expedition (DRE) 2 - Muhammad Khadafi

Bisnis.com, JAKARTA – Datsun bersama rombongan Risers dan media telah menyelesaikan etape terakhir Datsun Risers Expedition (DRE) 2.

Sebanyak 14 mobil Datsun digunakan oleh 12 orang Risers dan jurnalis dari sejumlah daerah di Indonesia mengkeksplorasi keindahan alam dan budaya provinsi Sulawesi Selatan.

Ekspedisi kali ini mengunjungi beberapa lokasi wisata di Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Bulukumba. Total jarak tempuh selama tiga hari sejak 20 Maret 2017 lebih kurang 600 Km.

Destinasi pertama DRE 2 adalah Fort Rotterdam yang berada dekat dengan Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar. Bangunan ini adalah situs bersejarah karena merupakan peninggalan Kerajaan Gowa. Kini Fort Rotterdam bercerita soal kehidupan manusia sejak zaman prasejarah, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara.

Perjalanan dilanjutkan 40 Km ke arah utara kota Makassar dengan waktu tempuh lebih kurang satu jam. Di sana terhampar gugusan pegunungan kapur di Rammang-rammang, Kabupaten Maros. Lokasi wisata ini terbilang unik, karena konon berdasarkan cerita penduduk setempat, wilayah ini adalah lautan setinggi dua kali orang dewasa pada zaman dahulu.

Perjalanan hari itu pun ditutup dengan mengunjungi Taman Nasional Bantimurung Bulusaurung yang masih berada di Kabupaten Maros. Satu tempat unik di wilayah taman nasional ini adalah Gua Batu. Tenang, sejuk, gelap, dan sepi begitu terasa di dalam gua kapur ini.

Menurut penduduk setempat gua ini adalah magnet bagi para pencari perjalanan spiritual. Bahkan gua ini juga menarik para pejabat dari sejumlah daerah di Indonesia datang dengan beragam motivasi.

“Ada yang dari Jakarta tengah malam dari bandara langsung ke sini,” kata Samsir, penjaga Gua Batu.

Wilayah yang menjadi destinasi selanjutnya adalah Kabupaten Bulukumba. Pantai pasir putih dan keindahan alam bawah laut menjadi jualan utama wilayah ini. Namun, perjalanan sekitar 200 Km dengan jarak tempuh lima jam dari Kota Makassar harus dilalui untuk menikmati keindahan alam wilayah penghasil perahu Pinisi.

Hari terakhir, rombongan ekspedisi melanjutkan perjalanan ke SD Negeri 169 Tokala, Kecamatan Bonto Bahari. Seperti perjalanan sebelumnya, Datsun menyelipkan agenda program CSR (corporate social responsibility). Selain memberikan sumbangan, para Risers Datsun membuat kelas inspirasi singkat untuk menumbuhkan semangat para siswa yang mengenyam pendidikan di wilayah terpencil.

Kelurahan Tanah Lemo, Bonto Bahari, Bulukumba menjadi tujuan terakhir. Di sini adalah tempat pembuatan kapal Pinisi secara tradisional.

Satu pemilik galangan kapan, Hasmawati mengatakan kemampuan turun temurun membuat kapal yang mengangkat pendapatan per kapita warga. Harga kapal besar bisa menembus hingga lebih dari Rp2 miliar.

Adapun Head of Marketing Datsun Indonesia, Christian Gandawinata berharap DRE 2 dapat menularkan nilai-nilai kearifan lokal di setiap daerah. “Selanjutnya kami akan pikirkan cara seperti apa lagi yang akan menambah manfaat bagi masyarakat dan juga perusahaan,” katanya.

Sebelum di Makassar, ekspedisi DRE 2 digelar di Nanggroe Aceh Darussalam, Lampung, Jawa Timur (Malang), dan Jawa Barat (Cirebon).

Tag : datsun
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top