Bonus Atlet Peraih Medali Olimpiade 2016 dari Kemenpora Bebas Pajak

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memastikan atlet peraih medali pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, berikut pelatihnya akan terbebas dari pembayaran pajak bonus karena semuanya akan ditanggung pemerintah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Agustus 2016  |  05:38 WIB
Bonus Atlet Peraih Medali Olimpiade 2016 dari Kemenpora Bebas Pajak
Atlet bulutangkis Olimpiade 2016 Tontowi Ahmad & Liliyana Natsir - Ilustrasi/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memastikan atlet peraih medali pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, berikut pelatihnya akan terbebas dari pembayaran pajak bonus karena semuanya akan ditanggung pemerintah.

"Untuk pajak semuanya ditanggung negara. Jadi masing-masing atlet peraih medali akan menerima bonus utuh tanpa dipotong pajak," kata Deputi Peningkatan Prestasi Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (19/8/2016).

Menurutnya, berdasarkan hasil keputusan, peraih medali emas masing-masing akan mendapatkan bonus Rp5 miliar sedangkan peraih perak masing-masing mendapatkan bonus Rp2 miliar. Sedangkan untuk pelatih, bonus yang akan diberikan tidak lebih dari Rp1 miliar.

"Perlu dicatat. Bonus diberikan per kepala. Sistemnya sama seperti peraih medali pada Asian Games maupun SEA Games," kata pria yang juga Kepala Komunikasi Publik Kemenpora itu.

Gatot menjelaskan dengan tidak adanya pajak bagi penerima bonus maka dana yang dikeluarkan oleh pemerintah lebih banyak karena harus membayar 25% dari jumlah bonus yang diterima oleh masing-masing peraih medali.

Khusus untuk peraih medali pada Olimpiade 2016, pemerintah dalam hal ini Kemenpora menyiapkan dana kurang lebih Rp 21 miliar. Dana untuk bonus ini semuanya berasal dari APBN. Jumlah tersebut belum untuk peraih medali pada Paralimpik 2016.

"Kami juga akan memberikan yang sama bagi peraih medali pada Paralimpik 2016. Kami optimis kontingen Paralimpik mampu menyumbang medali. Makanya, bonus akan kami berikan setelah Paralimpik September nanti," kata Gatot menegaskan.

Namun, Gatot juga tidak melarang jika ada pihak swasta yang akan memberikan bonus kepada peraih medali. Pihaknya akan memberikan kebebasan pada swasta untuk memberikan apresiasi pada atlet Indonesia yang berprestasi terutama di Olimpiade 2016.

Atlet peraih medali Olimpiade 2016 memang dipastikan banjir bonus. Selain dari pemerintah, juga akan mendapatkan bonus dari masing-masing pengurus cabang olahraga dalam hal ini PBSI dan PABBSI.

Khusus untuk Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang mampu menyumbang medali emas, selain mendapatkan bonus dari pemerintah dan PBSI dipastikan juga mendapatkan bonus dari klubnya. Sedangkan untuk peraih medali perak dari angkat besi, PABBSI memberikan bonus masing-masing satu rumah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Olimpiade 2016

Sumber : tempo.co

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top