Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Christian Hadinata Nilai Kegagalan Indonesia di Piala Sudirman Karena Kurang Peluru

Christian Hadinata Nilai Kegagalan Indonesia di Piala Sudirman Karena Kurang Peluru
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Mei 2015  |  14:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan pebulutangkis Indonesia Christian Hadinata menilai kegagalan tim Indonesia melaju ke final Piala Sudirman karena kekuatan tim yang tidak merata. Christian Hadinata ketika di Makassar, Senin 18 Mei 2015, mengatakan kekuatan tim ganda Indonesia belum bisa diimbangi atlet yang tampil di nomor tunggal.

Kondisi itu, kata dia, seharusnya menjadi perhatian utama tim pelatih. "Komposisi tim yang tampil di Piala Sudirman memang tidak merata. Kami tentu menyayangkan karena pada dasarnya telah mendapatkan momen yang baik pada awal pertandingan," kata Christian.

Tim Indonesia pada laga perdana menurunkan pasangan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, sukses menundukkan pasangan Cina, Cai Yun/Fu Haifeng dua game langsung 21-16, 21-17.

Namun momentum ini gagal dimanfaatkan tin Indonesia, setelah Cina justru bisa menyamakan kedudukan pada babak kedua. Hal itu didapatkan setelah tunggal putri Indonesia Bellaetrix Manuputty yang menghadapi Li Xuerui, harus mundur dari pertandingan semifinal karena cedera.

Tim Indonesia akhirnya balik tertinggal setelah tunggal putra Indonesia Jonatan Christie tidak mampu menghadang tunggal putra terbaik tuan rumah, Chen Long dengan kekalahan game langsung 10-21, 15-21

Indonesia akhirnya gagal melaju ke final Piala Sudirman 2015 yang berlangsung di Cina tersebut. Posisi ini setelah tim Indonesia menelan kekalahan 1-3 dari Cina. Ganda putri Indonesia Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii juga kalah 21-17, 17-21, 15-21 dari pasangan Tang Yuanting/Yu Yang.

Menurut Christian, kekuatan yang tidak merata memang membuat peluang Indonesia sulit. Indonesia, kata dia, punya tiga peluru di sektor ganda. Namun jika salah satunya gagal maka peluang itu sudah diandalkan karena kondisi sektor tunggal yang belum menjanjikan. "Tidak hanya di Piala Sudirman. Ajang Piala Thomas dan Uber juga demikian."

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bulutangkis

Sumber : Tempo.co

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top