Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PETENIS RUSIA Dihukum Seumur Hidup

Pemain tenis Rusia Andrey Kumantsov, Selasa (10/6/2014), dihukum tidak dapat bertanding seumur hidup setelah diketahui menyalahi aturan tenis internasional dengan melakukan judi dan pengaturan pertandingan.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 11 Juni 2014  |  10:18 WIB
Andrey Kumantsov. - blacksportsnet.com
Andrey Kumantsov. - blacksportsnet.com

Bisnis.com, LONDON - Pemain tenis Rusia Andrey Kumantsov, Selasa (10/6/2014), dihukum tidak dapat bertanding seumur hidup setelah diketahui menyalahi aturan tenis internasional dengan melakukan judi dan pengaturan pertandingan.

Kumantsov (27) dinyatakan bersalah dengan 12 tuduhan melanggar program anti-korupsi, setelah diadakan investigasi oleh Unit Integritas Tenis (Tennis Integrity Unit), yang bermarkas di London.

Organisasi itu merupakan bentukan dari asosiasi tenis Grand Slam yang bernaung di bawah ATP dan WTA. Tidak ada komentar bantahan dari petenis itu.

"Hukuman tidak boleh bertanding seumur hidup itu berlaku seketika, artinya Kumantsov tidak boleh ambil bagian dalam semua turnamen atau kompetisi yang diadakan badan tenis profesional," demikian pernyataan yang dikeluarkan Unit Integritas Tenis, seperti dilaporkan Reuters.

Kumantsov, yang memiliki karir tertinggi di urutan 261 dunia pada 2010, dinyatakan melakukan tindakan yang dituduhkan itu pada 2010 dan 2013.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

petenis tunggal putri Petenis

Sumber : Reuters

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top