Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bulu Tangkis, Gita Yakin Indonesia Bisa Rebut Supremasi dari China

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia Gita Wirjawan yakin pebulu tangkis nasional akan kembali meraih supremasi di berbagai ajang kejuaraan internasional dan merajai dunia seperti yang dicapai beberapa tahun silam.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 19 November 2013  |  15:34 WIB
Bulu Tangkis, Gita Yakin Indonesia Bisa Rebut Supremasi dari China
/Antara
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia Gita Wirjawan yakin pebulu tangkis nasional akan kembali meraih supremasi di berbagai ajang kejuaraan internasional dan merajai dunia seperti yang dicapai beberapa tahun silam.

"Saat ini pebulu tangkis kita secara perlahan sudah mulai mengikis kekuatan dan dominasi China. Dalam beberapa tahun ke depan, supremasi bulu tangkis dunia akan kita rebut lagi," ujar  Gita seusai membuka kejuaraan Sinar Dunia Cup seri ke-10 di GOR Sudirman Surabaya, Selasa.

Gita Wirjawan hadir dalam acara pembukaan itu bersama juara Olimpiade 1992 Alan Budikusuma dan juara Olimpiade 2004 Taufik Hidayat. Kedua mantan pemain nasional ini dielu-elukan ratusan peserta Sidu Cup yang terdiri dari pelajar SD dan SMP.

"Selama tahun 2013, prestasi yang diraih pebulu tangkis Indonesia sudah cukup memuaskan, seperti juara All England, dua gelar juara dunia dan terakhir China Open Super Series," tambah Gita Wirjawan yang juga Menteri Perdagangan itu.

Mulai 2014, lanjutnya, PB PBSI akan melakukan penataan dan pembenahan untuk program Pelatnas dengan hanya menempatkan pemain-pemain yang memiliki potensi untuk meraih prestasi internasional.

"Berapa jumlah pemain yang menghuni Pelatnas, masih akan dibahas dan diputuskan oleh pengurus. Intinya, PBSI ingin mencetak pemain-pemain bagus dan potensial meraih prestasi dunia," ujarnya.

Saat ini, tambah Gita Wirjawan, PBSI sedang fokus menyiapkan atlet untuk menghadapi SEA Games 2013 di Myanmar dengan target minimal meraih dua medali emas, dari lima nomor yang dipertandingkan tanpa beregu putra dan putri.

"Prestasi yang ada membuktikan bahwa kita sebenarnya bisa, ternyata musuh kita adalah diri kita sendiri, bukan orang lain, karena itu kita harus mampu mengalahkan diri sendiri, kita jangan minder, karena Allah yang menentukan segalanya," katanya.

Sementara itu, mantan pemain Pelatnas Alan Budikusuma yang ditemui usai memberikan "coaching clinic" bersama Taufik Hidayat mengakui kebangkitan prestasi bulu tangkis Indonesia sudah mulai terlihat, kendati masih hanya di dua nomor utama yakni ganda putra dan campuran.

"Tantangan terberat PBSI sekarang adalah memoles pemain-pemain di sektor putri (tunggal dan ganda) dan tunggal putra. Tapi, beberapa potensi sudah mulai terlihat, tinggal bekerja lebih keras membenahi kualitas pemain," ujar suami Susi Susanti (juara Olimpiade 1992).

Untuk Sea Games 2013 di Myanmar, Alan Budikusuma cukup optimistis Indonesia bisa meraih lebih dari dua medali emas yang ditargetkan PBSI, kendati sebagian pemain yang disiapkan masih lapis kedua.

Sementara itu, kejuaraan bulu tangkis Sidu Cup seri terakhir di Surabaya diikuti sekitar 1.002 atlet dari 33 kabupaten/kota di Jatim. Mereka akan bertanding di kelompok SD kelas 1-2, kelas 3-4, dan kelas 5-6, serta SMP kelas 1-3.

Kejuaraan seri terakhir ini akan menjaring juara tunggal putra dan putri dari masing-masing kelompok untuk diadu dengan para juara dari sembilan kota lainnya pada babak grand final di Jakarta sekitar Januari atau Februari 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gita wirjawan bulutangkis

Sumber : Antara

Editor : Bambang Supriyanto
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top