Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PETINJU TUBAGUS MENINGGAL DUNIA: Ruhut Sitompul nilai wasit tak bersalah

News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Januari 2013  |  17:14 WIB
JAKARTA - Ketua Umum Komisi Tinju Profesional Indonesia Ruhut Sitompul menilai wasit tidak melakukan kesalahan dalam pertandingan Kejuaraan Nasional Ad Interim Versi KTPI terkait dengan meninggalnya petinju Tubagus Setia Sakti (17) usai laga melawan pemain senior Ical Tobida.
 
"Wasit saya lihat tidak salah, dia sudah berusaha memperingatkan tentang kondisi pemain, dan juga sudah mengurangi satu angka," klaim Ruhut saat dihubungi dari Jakarta, Senin.
 
Disinggung mengenai langkah promotor, dia mengklaim sudah mengetahui laporan Syafrudin Lado mengenai prosedur yang dilakukan. "Promotor juga menilai sesuai dengan prosedur kelaikan petinju," katanya.
 
Promotor Lado mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan prosedur dengan baik, seperti timbang badan hingga cek kesehatan sehari menjelang pertandingan.
 
Namun sayangnya, Ruhut masih belum dapat menyimpulkan apakah ada pelanggaran dari salah satu pihak di pertandingan itu, baik dari kubu pemain, manajer, pelatih, maupun promotor, kendati pemain muda menjanjikan, Tubagus, harus meregang nyawa karena pendarahan di otak usai laga.
 
Dia menyebut manajer dan pelatih pemain merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi pemain dan memiliki andil penting dalam ketahanan pemain di suatu pertandingan. "Mereka yang tahu benar kondisi si petinju, kuncinya ada di manajer dan pelatih," ujarnya.
 
Terkait dengan langkah selanjutnya, Ruhut mengaku bahwa komisi sedang melakukan rapat evaluasi dengan mengundang berbagai pihak, seperti para pelatih, manajer, wasit, juri, dan promotor untuk mengkaji apa tindak lanjut dari kejadian itu.
 
Hasil dari evaluasi ini, kata dia, akan dikaji kembali pada hari Selasa (29/1) untuk memutuskan tindak lanjut konkret guna mencegah peristiwa yang menimpa pemuda, Tubagus, terulang kembali pada petinju lain.
 
Pria yang juga politikus dari Partai Demokrat ini juga mengisyaratkan hukuman bagi pihak yang terbukti lalai dalam peristiwa itu. Namun, lagi-lagi dia belum dapat memberitahukan mengenai sanksi itu hingga hasil dari evaluasi ssudah diputuskan.
 
"Ya, nanti tunggu saja, belum dapat dijelaskan sekarang," ujarnya.
 
Pada hari Minggu (27/1), petinju muda profesional berusia 17 tahun Tubagus Setia Sakti meninggal dunia akibat mengalami pendarahan di otak setelah bertarung melawan petinju senior Ical Tobida pada Kejuaraan Nasional Ad Interim Versi Komisi Tinju Profesional Indonesia KTPI, dalam pertarungan yang dijadwalkan 12 ronde disiarkan TVRI, Sabtu (26/1) malam.
 
Di ronde kedelapan, wasit yang memimpin pertandingan terpaksa menghentikan pertandingan karena Tubagus Setia Sakti beberapa kali mengangkat tangannya sebagai tanda tidak dapat melanjutkan pertandingan.
 
Kejadian petinju muda Tubagus Setia Sakti yang meninggal dunia itu menambah daftar panjang petinju Indonesia yang meninggal dunia di atas ring tinju bayaran.
(Antara/faa)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top