Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RELI NASIONAL: Subhan Aksa & Rizal Sungkar nilai hujan jadi kendala East Borneo Rally

manda
manda - Bisnis.com 17 November 2012  |  01:36 WIB
BALIKPAPAN:  Cuaca hujan dinilai bisa menjadi kendala terburuk dalam pertarungan memperebutkan gelar juara pada East Borneo Rally Championship, Kejuaraan Nasional Seri Ke-IV yang dilangsungkan di Gunung Harang, Samboja, Kalimantan Timur, 16-18 November 2012.
 
Setidaknya hal tersebut diakui oleh dua pereli yang tengah bersaing ketat untuk gelar juara nasional Indonesia, Subhan Aksa dan Rizal Sungkar,yang keduanya ikut bertanding dalam kejuaraan ini.
 
“Dibandingkan karakter tiga putaran sebelumnya di Sumatera Utara, lintasan kali ini lebih mudah karena jalannya padat dan lebar. Keseluruhan lintasannya sangat menantang, banyak sekali SS-nya berkarakter high speed. Itu cocok dengan pacuan saya. Tapi, kalau hujan akan lain cerita, jalan kaki saja susah,” kata Subhan Aksa, juara nasional 2009 dan 2010 yang kali ini membidik gelar hattrick, menjelang seremonial start  East Borneo Rally Championship (EBRC) di Balikpapan Super Blok, Jumat 16/11.
 
Sementara itu, Rizal Sungkar menilai hujan akan menjadikan jalan licin yang membuat akurasi pengereman berkurang.  Kondisi hujan, secara psikologis juga membuat pembalap lebih ekstra waspada dan bisa memilih bermain aman dan tidak menggeber mobil habis-habisan.
 
“Trek Gunung Harang sangat bagus, jalan tanah lebar, keselamatan-nya juga bagus. Tetapi kalau hujan, akan berbeda ceritanya,” kata Rizal Sungkar.
 
Dari segi peluang, perebutan gelar musim ini hanya tersisa antara Subhan dengan Rizal. Salah satu dari mereka yang akan dinobatkan sebagai Juara Indonesia 2012. Subhan mengoleksi 40 poin dari dua kemenangan di seri 1 dan 3, sedangkan Rizal dengan angka 52 berkat satu kemenangan dan dua runner up. Peringkat tiga yang dihuni Roby Harahap tak bisa lagi bersaing karena baru mengumpulkan 29 poin.
 
Bagi Subhan dan Rizal, hasil di EBRC ini dinilai sangat vital. Sesuai ketentuan PP IMI (Ikatan Motor Indonesia), hanya tiga hasil terbaik yang dihitung dari empat putaran. Karenanya, peluang keduanya bisa dibilang sama besar menjadi juara nasional tahun ini.
 
Subhan  menegaskan dirinya akan tampil maksimal di seri akhir ini. Ia optimistis mampu meraih hasil terbaik meski dampak kelelahan pasca Rally Spanyol masih tersisa. Efek itu bisa terkurangi karena ia benar-benar menyukai trek yang disuguhkan EBRC dan yakin akan menikmati berbagai tantangan yang ada.
 
“Yang paling susah mungkin di SS1 dan 4 di Gunung Harang Sejahtera, benar-benar tricky. Tapi, kami sudah buat pacenote khusus di SS ini dan mudah-mudahan hasilnya seperti diharapkan. Bicara target, pastinya kami ingin kembali jadi juara. Untuk itu tak ada cara lain kecuali fight menjadi terbaik di seri akhir ini,” tegasnya.
(faa)
 
Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top