PETINJU AFRIZAL MENINGGAL: Perdarahan di otak setelah tanding

JAKARTA: Petinju profesional Indonesia Muhammad Afrizal meninggal dunia pada Rabu, hanya beberapa hari setelah bertarung melawan Irvan Marbun dalam Perebutan Gelar Juara kelas Bulu versi Komisi Tinju Indonesia (KTI).Muhammad Afrizal yang memasuki ring
Lingga Sukatma Wiangga | 05 April 2012 16:55 WIB

JAKARTA: Petinju profesional Indonesia Muhammad Afrizal meninggal dunia pada Rabu, hanya beberapa hari setelah bertarung melawan Irvan Marbun dalam Perebutan Gelar Juara kelas Bulu versi Komisi Tinju Indonesia (KTI).Muhammad Afrizal yang memasuki ring untuk bertarung melawan Irvan pada Sabtu (31/3) pukul 23:00 WIB, meninggal dunia pada Rabu pukul 4:50 WIB di Rumah Sakit UKI Cawang, Jakarta, setelah mengalami perdarahan otak.Setelah tidak sadarkan diri pada pukul 1:00 WIB, Afrizal sempat dibawa ke rumah sakit terdekat di kawasan Daan Mogot dan kemudian dirujuk ke RS UKI Cawang."Tim Medis di Rumah Sakit UKI sudah melakukan pertolongan terhadap almarhum namun cedera di bagian otaknya cukup berat, sehingga nyawanya tidak tertolong," kata mantan dokter ring tinju KTI Tommy Halauwet seperti dikutip dari Antara.Sementara dokter KTI saat pertandingan Afrizal melawan Irvan, Putu Agus Partawirawan mengatakan sebelum dan sesudah pertandingan Afrizal dalam kondisi baik, dan layak tanding."Sehari sebelum bertanding kami periksa semua petinju, mereka semua layak tanding, Afrizal nadi 60 itu cukup sehat," katanya.Dokter juga memeriksanya setelah bertanding dan menilai kondisi Afrizal baik-baik saja."Di kamar ganti tensi dia 100/70 normal, nadi 70 juga masih normal, kesadaran baik. Tidak ada tanda-tanda pusing, mual ataupun sakit kepala pada petinju," tambahnya.Afrizal yang pada ronde ketiga jatuh dan bangun setelah wasit menghitung hingga hitungan kedelapan namun pada akhir ronde delapan dia sering kena pukul."Kami tidak menghentikan pertarungan hingga ronde ke-12 karena secara fisik kami lihat petinju masih bugar, keseimbangan mereka tidak terganggu, tidak ada pendarahan pada mata, telinga dan hidung," tambahnya.Jenazah Muhammad Afrizal pada Rabu Siang diterbangkan ke Medan Sumatera Utara untuk dimakamkan.Manajer Afrizal, Azhar Latif, mengatakan Afrizal yang juga bekerja di PDAM Sumatera Barat adalah salah satu petinju potensial, dan mantan Juara Pan Asian Boxing Asociation PABA.Dia sedih rekannya yang dikenal ramah dan mudah bergaul itu telah tiada. Dan yang membuat dia lebih sedih, Afrizal sebenarnya berencana menikah tanggal 15 April mendatang.(api)

 

>>BACA JUGA:

- Real Madrid sikat APOEL tantang Bayern Munich di final Liga Champions

- SETGAB PECAH

 

Tag :
Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top