Politisasi sebabkan Timnas Garuda kalah

JAKARTA: Wakil Ketua DPR Anis Matta mengatakan politisasi atas prestasi Timnas Garuda menjadi salah satu penyebab kekalahan saat bertanding di Malaysia.
News Editor | 27 Desember 2010 12:17 WIB

JAKARTA: Wakil Ketua DPR Anis Matta mengatakan politisasi atas prestasi Timnas Garuda menjadi salah satu penyebab kekalahan saat bertanding di Malaysia.

Politisasi itu, ujarnya, terlihat dari janji memberikan hadiah kepada Timnas Indonesia sebelum mereka mencapai prestasi puncak menjadi juara. "Apresiasi lebih bagus negara yang beri. Mumpung kita punya tim. Ini lebih memberi efek. Menang atau kalah mereka mesti diapresiasi," kata Anis di Gedung DPR hari ini.Menurut Anis, janji Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical memberikan bonus Rp3 miliar dan tanah seluas 25 hektare menjadi sumber beban. Dia mengingatkan olah raga seharusnya steril dari kepentingan politik. "Politikus tidak boleh menggelayuti Timnas dan hanya boleh jadi penonton untuk memberikan dukungan," katanya.Politisi tersebut juga melihat eksploitasi media massa yang berlebihan memberikan efek yang luar biasa. Ia pun mengaku tidak setuju bila para politikus menyaksikan langsung laga Tim Garuda karena mengakibatkan beban mental bagi para pemain. "Biasanya kalau tertekan enggak bisa mengembangkan inovasi," katanya.Anis pun berharap agar Timnas bermain tanpa beban pada pertandingan kedua 29 Desember. Yang penting, Timnas maksimal dan memberikan yang terbaik. "Kedua, mereka perlu istirahat yang cukup, supaya ada stamina dan secara mental agak rileks."Senada dengan Anis, Ketua MPR Taufiq Kiemas juga mengakui pemain Indonesia tidak bisa konsentrasi karena terlalu disibukkan dengan berbagai kegiatan menjelang pertandingan melawan Malaysia. Menurut dia, untuk menghadapi tim Malaysia pada Rabu mendatang Timnas harus lebih banyak istirahat dan berkonsentrasi untuk menghadapi pertandingan. Sementara itu, Ketua DPP Hanura Akbar Faisal mengatakan PSSI seharusnya membuat Standar Operasional Prosedur bagaimana perlakuan terhadap Timnas Indonesia, khususnya yang akan bertanding. Pernyataan ini terkait dengan adanya berbagai acara dan janji yang dianggap terlalu berlebihan sehingga dapat menganggu konsentrasi dan waktu berlatih pemain Timnas. "Itu yang perlu diatur dalam SOP, jangan waktu pemain untuk berlatih jadi sedikit," ujar di Gedung DPR hari ini.Menurutnya, hal tersebut sangat penting untuk menjaga tempo permainan dan konsentrasi pemain hingga akhir pertandingan. "Undang-undang makan, tunggu sampai selesai. Jangan pesta sudah dimulai malah kemudian jadi begini." (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top