Kamis, 28 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

PON 2012 RIAU: Bali juara umum pencak silat

Editor   -   Rabu, 19 September 2012, 10:45 WIB

BERITA TERKAIT

BANGKINANG, Riau: Pesilat Bali meraih juara umum cabang pencak silat PON XVIII/2012 di Sport Center Bangkinang, Kampar, Riau, dengan memperoleh enam emas dan satu perak.

Ketua pelaksana pertandingan cabang pencak silat PON XVIII, H. Harryanto dihubungi di Bangkinang, Rabu (19/09), mengatakan, juara umum diraih pesilat Bali.

"Sedangkan juara kedua adalah pesilat Jawa Barat dan ketiga Jawa Timur," kata Harryanto yang juga Ketua Umum Pengurus Kabupaten (Pengkab) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kampar itu.

Menurut dia, juara kedua meraih empat medali emas, dua perak dan tiga perunggu serta juara ketiga yakni merebut tiga emas dan dua perak, dua perunggu.

Dia mengatakan, pencak silat pada PON XVIII mempertandingkan dua kategori yakni tanding dan seni memperebutkan sebanyak 20 medali emas, maka sebanyak 14 emas dari tanding dan selebihnya seni.

Pertandingan pencak silat dimulai Rabu (12/9) dan berakhir Selasa (18/9) diikuti sebanyak 236 pesilat yang berasal dari 29 provinsi.

Berapa daerah seperti Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku dan Kalimantan Tengah tidak mengirimkan pesilat karena tidak lolos seleksi wilayah.

Sedangkan juara keempat adalah tuan rumah Riau dengan meraih dua medali emas kategori tanding dan satu perunggu kategori beregu tunggal.

Namun juara ke lima ditempati kontingen dari Nusa Tengara Barat dengan perolehan dua medali emas dan posisi keenam oleh Sumatera Barat dengan satu emas, satu perak dan dua perunggu.

Berapa pesilat daerah yang tidak mendapatkan medali seperti dari Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Papua Barat, Kalimantan Barat, Lampung, Bangkulu dan Bangka Belitung. (Antara/Bsi)


Source : Newswire

Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.