Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Jepang Isyaratkan Penonton Olimpiade Boleh Hadir

Perkembangan terakhir mengenai penonton di Olimpiade, Pemerintah Jepang mengisyaratkan klehadiran langsung di tribun. Namun, opsi tanpa penonton kemungkinan dipertahankan hingga menit terakhir apabila situasi semakin buruk.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Mei 2021  |  13:53 WIB
Logo Olimpiade di distrik Nihonbashi di Tokyo, Jepang./Reuters - Issei Kato
Logo Olimpiade di distrik Nihonbashi di Tokyo, Jepang./Reuters - Issei Kato

Bisnis.com, JAKARTA – Pejabat Pemerintah Jepang dan penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo memberi isyarat untuk mengizinkan sejumlah penonton hadir secara langsung apabila pencegahan penyebaran virus corona dilakukan secara menyeluruh.

Pernyataan dari sumber yang dekat dengan masalah tersebut, sebagaimana dilansir Kyodo, datang 2 bulan sebelum pembukaan Olimpiade pada 23 Juli, dan di tengah seruan publik untuk membatalkan perhelatan akbar tersebut skeptisisme tentang kemampuan penyelenggara untuk menahan penyebaran Covid-19.

Tokyo berada dalam keadaan darurat Covid-19 sejak akhir April akibat gelombang keempat infeksi virus corona tersebut.

Panitia dijadwalkan untuk memutuskan bulan depan tentang jumlah penonton dengan mempertimbangkan situasi infeksi dan faktor lainnya.

Sempat muncul kekhawatiran bahwa mengizinkan penonton akan meningkatkan lalu lintas pejalan kaki di luar tempat tinggal yang berarti diperlukan tindakan pencegahan penyebaran virus tambahan.

Sumber itu juga mengemukakan bahwa opsi tanpa penonton kemungkinan akan dipertahankan hingga menit terakhir apabila situasi semakin buruk.

Perdana Menteri Jepang Yoshide Suga menginginkan kehadiran penonton, dengan sumber mengonfirmasi bahwa langkah-langkah sedang dipertimbangkan untuk memungkinkan penonton berada di tribun.

Ketika mengumumkan keadaan darurat yang sedang berlangsung pada akhir April, pemerintah menetapkan kebijakan dasar untuk tidak mengizinkan penonton di acara besar di wilayah darurat.

Kebijakan itu dilonggarkan ketika keadaan darurat diperpanjang pada 7 Mei, dengan kehadiran dibatasi 5.000 orang atau 50 persen dari kapasitas tempat.

Dorongan untuk mengizinkan penonton menguat melihat rekam jejak penyelenggaraan bisbol profesional dan sepak bola profesional dalam menerima penggemar tanpa masalah yang berarti dan juga keberhasilan uji coba Olimpiade.

"Diskusi tentang tidak adanya penonton sudah berakhir. Sekarang pertimbangan utama adalah berapa banyak yang bisa kami izinkan," kata seorang pejabat yang memiliki peran sentral dalam mempersiapkan pertandingan.

Namun, jika jumlah penonton dibatasi, diperlukan undian untuk dipilih di antara pemegang tiket. Persiapan yang diperlukan untuk langkah seperti itu berarti tidak banyak waktu tersisa sebelum Olimpiade dimulai.

Ada juga pendapat bahwa "pertandingan harus dilanjutkan tanpa penonton untuk meringankan beban operasional, dan berkonsentrasi pada penganggulangan infeksi untuk atlet dan pemangku kepentingan."

Masalah seputar pengaruh cuaca panas pada penonton juga termasuk yang masih belum terselesaikan.

Pada Maret lalu pemerintah dan penyelenggara memutuskan melarang penonton dari luar negeri. Keputusan untuk membatasi penonton domestik sedianya akan dibuat pada April, tetapi ditunda hingga Juni karena lonjakan kasus Covid-19.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Olimpiade 2020 Covid-19

Sumber : Antara/Kyodo

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top